Monday, December 25, 2006

BECOMING

Aku sempat semalam berada di dalam kemah yang penuh dengan air
Dengan kondisi tubuh yang mengigil
Bagaimana dengan mereka yang harus berada di dalam tenda pengungsian
Sekian lama tanpa tahu kapan waktu mereka dapat kembali menikmati hak-nya
Betapa mahalnya perlindungan alam yang disia-siakan

Aku sempat merasa sangat sakit
Ketika ketidakberdayaan menimpaku dan aku membutuhkan bantuan oranglain
Betapa sedihnya diriku melihat mata kuatir orang-orang terdekatku
Dan terganggunya jadwal mereka untuk mengurusku
Betapa mahalnya kesehatan yang seringkali dianggap angin lalu

Aku sempat merasa begitu tua
Ketika ternyata aku tak lagi kuat melakukan apa yang biasa ku lakukan dulu
Ketika jam tubuhku tidak lagi berdetak sepasti dulu
Betapa mahalnya waktu yang sering terisi dengan kesia-siaan

Aku sempat merasa seperti iblis
Yang tak mau menurut tuhan untuk bersujud pada adam
Ketika aku merasa nabi muhammad saw tak lebih dari kita manusia
Siapa aku, yang merasa lebih tahu daripada tuhan ?
Betapa mahalnya rasa menjadi seorang manusia

Penghujung tahun

Aku belajar, untuk selalu bersyukur akan setiap kejadian dalam hidupku
Ketika aku selalu bersedih atau mengeluh,
Saat itu pula aku didengarkan atau diperlihatkan kisah-kisah orang lain
Dengan masalah mereka masing-masing
Dengan sikap mereka dalam menghadapi masalahnya tersebut.

Aku belajar, untuk selalu mempertanggungjawabkan setiap kata-ku
Ketika aku merasa begitu kecewa
Saat orang-orang yang meremehkan kata-kata yang mereka ucapkan
Saat merasa mereka dengan mudah meminta maaf
Lalu merasa begitu marah, ketika mereka berada di posisi yang sama denganku
Saat kata dikhianati

Aku belajar, untuk menghargai diriku sendiri
Ketika aku melihat betapa orang lain begitu menghargai ornamen
Ketika aku mendengar apa yang terucap begitu jauh dari apa yang tertampilkan
Ketika aku ditunjukkan orang-orang yang begitu bangga dengan keberadaan dirinya
Ketika ada orang-orang yang begitu indah menyampaikan arti berbagi

Aku belajar, untuk selalu berbagi
Mengingat tak ada yang kupunya adalah milikku
Mengingat semua adalah titipan
Mengingat bahwa aku ikut bertanggungjawab dengan ada ku di sini

Aku belajar, untuk membaca
Mengulang kembali yang diwajibkan tuhan
Mengembalikan diri pada fitrahnya
Yang tidak terbatas bentuk
Tidak terbatas usia
Tidak terbatas kondisi
....

Thursday, December 21, 2006

Bangsaku, apa ya?

Jadi pengen ngomongin tentang bangsa Indonesia deh.
Setelah tadi sempat nonton band cokelat yang mo nyanyi lagu indonesia raya
Yang merasa makin banyak orang yang kurang mengenal lagu kebangsaan bangsanya sendiri.
Mungkin juga setelah pulang dari surabaya (hehehe, akhirnya sampai juga di kota yang menyimpan banyak misteri untukku....hehehe)
Setelah merasa bangga sedikit dengan keluarga besarku
Yang betul-betul menggambarkan ke-bhinneka-an, mulai dari pulau sumatera sampai ke biak ! alhamdulillah, nikmat yang mana lagi yang bisa ku-dustakan....
Tetapi setelah kembali dari daerah timurnya Jawa, aku dihadapkan kembali ke dunia pekerjaanku...
Betapa sedihnya aku melihat bahwa nilai-nilai kebanggaan berbangsa Indonesia itu makin lama makin hilang.
Nilai-nilai pendidikan tidak lagi menempatkan kebangsaannya di dalam nilai yang ingin ditransfer kepada anak didiknya.
Betapa yang penting saat ini adalah menjadikan anak sehebat mungkin dalam berbagai hal akademis, sedini mungkin !
Semakin faseh ia berbahasa asing, semakin hebatlah sang anak
Semakin banyak bahasa yang dikuasainya, semakin jagolah ia
Masa ?
Buat apa dong berkoar-koar kalau aspek perkembangan manusia itu terdiri dari beberapa hal ? lupakah kita akan yang namanya aspek sosial, emosi, fisik?
Apa yang diajarkan oleh character building yang jadi salah satu jualan sekolahan mahal ? kalau sama sekali bukan membangun karakter yang peduli akan sesama saudaranya di negerinya sendiri?
Apa yang bisa diistimewakan dari sekolah yang dibiayai oleh rakyat, kalau sang fasilitator mementingkan urusan keamanan dan kenyamanan dirinya sendiri?
Bangsa kita lalu jadi bangsa yang akan jadi bagaimana ?
Dan apakah bijak kalau kita hanya mencibir?
Menyaksikan dan menyalahkan orang lain ?
UUUUUGGGGHHHHHHHHHHHHHH
Frustasi !!!!

Saturday, December 09, 2006

Jalur Mendaki

minggu lalu, aku dapat kesempatan untuk kemping...hehehe, kali ini jadi 'tambahan repot' yang diundang oleh sekolahan tempatku membuat repot....hehehe. Kempingnya gak lama, cuma semalem. Kita berangkat rame2 naik tronton kecil bareng anak2 kelas 4-6. Wuaaa....jalanan menuju tempat itu lumayan jreng, bikin perut agak berputar, lebih parah lagi karena kondisi badanku gak terlalu fit. Aku kebetulan se-bis sama anak2 cowo kelas 5 dan 4, beberapa anak sukses muntah...hehehe, padahal we're not even closed to the destination...
Lalu sampailah kita di lokasi...yang ada aku terkaget-kaget...kesan pertamaku: ini mah bukan kemping, tapi pindah tidur...wong tenda2 dah jadi dan dikelompokkan besar: ce dan co ! aku kemping cuma 2 kali, 2-2nya pas SD, pramuka...hehehe, jadi it's been so long...dan aku masih bisa inget masa2 itu, karena it's fun. Yang aku inget, dulu, tendanya per kelompok regu, bangunnya dibantuin kakak2nya, tapi kita ribet bawa tiker, lampu petromax, kompor kecil, panci, dan teman2nya...
kempingku kali ini? hehehe, makanannya catering 'bo ! bawa genset...taelaaa...
tapi yang gak enak adalah musim ujan, dan itu gak diantisipasi dengan baik oleh kakak2 pembinanya...mosok, buat tenda gak bikin parit kecil di sekelilingnya...piye toh ?
hasilnya? yah, banjirlah...akhirnya yang kemping adalah guru-gurunya, sementara anak-anaknya diungsikan ke aula...ah, kacian...
sukses banget membuat sakit beberapa guru lainnya...hehehe, tapi aku yang berat ini ikutan main flying fox...hehehe....cuma gak ikutan hiking aja...wong pas mo nyampe, udah sedikit hiking karena supir trontonnya serem ngeliat medan jalanan yang harus dilaluinya dengan membawa anak-anak akibat ia salah jalan...hehehe....
mungkin saya memang memilih untuk diturunkan dengan helikopter daripada naik tronton...hihihi...sayangnya gak sempet ke air terjun, karena jalanan mendakinya licin...
Next story, mungkin tentang perjalanan ke surabaya...hehehe

Tuesday, November 28, 2006

...

astagfirullah...
dzalimnya saya yang hanya bisa diam dan terus melaju,
ketika melihat ada korban kecelakaan tergeletak di jalan raya
karena ketakutanku pada hal-hal yang seharusnya tidak ditakuti
astagfirullah...
dzalimnya saya ketika seringkali berlaku buruk
memarahi, menegur dengan suara keras dan menganggap diri benar sendiri
dan menganggap saya lebih dari dia
padahal berkali-kali ditegaskan kita sama
yang membedakan adalah iman seseorang...
astagfirullah...
dzalimnya saya ketika hanya mampu mendengar curhat
saat ada orang yang diperlakukan tidak adil oleh orang yg berposisi
struktural organisasi di bagian atas
dan saya tidak berada langsung di dalam bagan organisasi tersebut
astagfirullah...

Saturday, November 25, 2006

Berpendidikan dan bersekolah

Aku merasa begitu tak terkendalinya banyak hal setelah era yang disebut orang sebagai reformasi. Yang jadi concern utamaku adalah bagian pendidikan anak. Bidang pendidikan seperti kehilangan pengemudi utama yang mengontrol dan menentukan arah tujuan, hendak dibawa kemana generasi ini. Kalaupun ada tujuan yang ditetapkan, sangat abstrak sekali tujuan tersebut sehingga diinterpretasikan berbeda-beda…

Buatku, mungkin anugrah yang kuasa akan semua perbedaan tersebut, tetapi seringkali yang aku lihat adalah kebablasan di sana-sini, semua merasa benar sendiri tanpa mau menerima kritikan dan mengubah beberapa kebijakannya sehingga yang terjadi carut marut, kacau balau.

Aku tidak mau ngobrolin orang lain, hanya ingin ‘membuang’ sedikit kepusinganku dalam bentuk tulisan ini dari pengalaman yang aku alami sendiri. Atas karunia Tuhan, aku diberi kesempatan untuk mengalami langsung berbagai variasi pendidikan (tapi mungkin aku baru mengalami seperenambelas-nya kali ya) yang ada di Jakarta dan Depok.

Satu hal yang jadi strategi marketing sekolahan sekarang adalah menjual “bilingual”, yang menurutku bukan lagi bilingual tapi jadi trilingual bahkan mungkin lebih. Karena selain inggris-indonesia (yang lebih menitik beratkan bahasa inggris), teman-temanku juga mendapat pendidikan bahasa arab atau mandarin…. Semakin banyak bahasa menurutku orangtua merasa anak mereka semakin hebat, walaupun para ayah-bunda mereka hanya dapat berbahasa Indonesia. What’s wrong with bahasa Indonesia ? we all live in what country? Most of Indonesian ppl speaking bahasa, aren’t we? Bukannya tujuan kita memasukkan anak ke sekolah salah satunya untuk beradaptasi? kalau mereka nantinya hendak hidup di indonesia? Bukannya bahasa indonesialah yang harus mereka kuasai terlebih dulu dibandingkan bahasa-bahasa yang lain ? okeh, jika someday teman-teman ini akan bersekolah di luar negeri, tapi bukannya tugas mereka untuk membangun bangsa? Sehingga nantinya mereka harus return to this country and build this country and all of that would be done in bahasa ? apakah standar kemajuan suatu bangsa dengan penguasaan bahasa inggris ? mandarin? Arab ? bukannya jepang sangat bangga dengan bahasanya? Dan mereka can build their country too right? Berarti masalah utamanya bukan di bahasa dong?

About character building….gimana bisa membangun karakter yang baik dari seorang anak kalau yang mengajarkannya, sang guru, belum memiliki karakter yang cukup baik ? bagaimana pula mengajarkan karakter yang baik dan kuat pada anak kalau orangtua merasa tidak percaya pada sang pendidik ? isu dasarnya yang saling percaya itu tidak ada… lalu bagaimana mengharapkan karakter yang kuat dan percaya diri tapi di sisi lain saling sayang dan mengasihi dari anak muncul kalau bawaannya curigaaaa terus, kompetisiiii terus, sisi akademis melulu….

Bagaimana bisa bhinneka tunggal ika? Kalau anak bermata besar tidak pernah dikenalkan dengan anak yang bermata sipit, kalau anak sehat tidak pernah berteman dengan anak yang sakit?

Ranah itu makin lama makin mirip film M. Night Syamalan, the village....hiii....aku serem ngebayangin akan jadi apa nantinya, the so called ”generasi penerus”....

Yang penting itu anak yang berpendidikan atau yang bersekolah ya ?

To educate children or to make children go to school?

Is it still children or they are robot now ?

Thursday, November 16, 2006

Amal maruf nahi mungkar (1)

Beberapa waktu yang lalu aku sempat menonton tayangan oprah dengan bintang tamunya pink & my favorite “dr Robin”….hehehe….acara ini lagi ngebahas betapa concernnya para bintang tamu yang hadir dengan kecenderungan yang terjadi pada remaja putri di negaranya. Isu yang mereka lempar adalah betapa remaja putrid mo ‘menjadi stupid’ karena bagi masyarakat sana itulah yang mendapat tempat, itulah yang lagi trend, yang lagi ngetop…makanya lagu yang dibahas adalah stupid girl-nya pink yang video klipnya menyindir gaya socialite cewe-cewe Hollywood. Contoh tindakan stupid, misalnya: mereka bangga kalau video mereka having sex tersebar, mereka ngetop and itu bukan lagi aib bagi mereka. Atau ada situs girl gone wild yang isinya video2 cewe-cewe yang berperilaku wild..ada loh yang kerjanya mencari cewe2 untuk difilmkan dan dia berjenis kelamin cewe juga…dia bilang buat terkenal beberapa saat mudah banget mencari cewe-cewe yang mo flashing their top without payment….atau ada juga mantan pengisi video klip klompok musik hiphop….ia menceritakan betapa tak ‘dihormatinya’ manusia berjenis kelamin wanita disana…

Sebetulnya aku agak me-relate isu yang dilemparkan oprah dengan isu porno-porno-an yang sempat marak terus belakangan ini melempem….keduanya sama2 mengkuatirkan ‘generasi penerus’ hehehe, tapi kemasannya beda....kalo yang disini, sangat gak terstruktur dan jadinya malah ribut masalah yang sebetulnya bukan inti....atau aku justru gak tahu intinya masalah ini apa ya ?

Amal maruf nahi mungkar (2)

Waktu yang berdekatan kemarin aku juga sempat menyaksikan ‘kuliah’ yang diberikan oleh satu orang yang dipanggil ustad, yang wajahnya sering muncul di televisi. Dia, menurut pengakuannya, tidak memiliki kekhususan kemasan isi kuliah tertentu yang hendak dipromosikan, tetapi hanya ingin menegakkan amal maruf nahi mungkar….

Tema ‘kuliah’ yg harusnya disampaikan adalah lebih beriman setelah ramadhan, dengan sasaran para orangtua siswa. Tampaknya karena acara itu diadakan di hari kerja, maka orangtua yang hadir cukup sedikit, apalagi beberapa orang lebih suka untuk datang tidak tepat pada waktunya, maka tampak lengganglah suasana di tempat acara tersebut. Pihak panitia pun mencari akal dan memanggil turun anak-anak kelas 6 untuk membuat ruangan jadi agak penuh.

Guess what? Ustad decided to talk about poligami !!!! sama sekali gak ngena di audience yang ada orangtua, siswa dan guru….oke, katanya ia ingin membahas ttg keluarga, nope…sampai hampir setengah acara (batas toleransi pendengaranku hehehe….) ia masih saja mencoba membahas ttg isu poligami….melontarkan jokes-jokes ttg orang (bukannya katanya kita tdk boleh ngomongin orang pak ? apalagi kelemahannya, kejelekannya ?) dan yang membuatku sedih adalah ia mengatakan bahwa ia tidak bisa ngomong di depan anak2 sehingga anak-anak setelah dapat makanan diminta untuk meninggalkan ruangan…please deh…

Pihak panitia pun tidak meminta maaf pada anak-anak itu setelah acara selesai…. Percaya deh, anak-anak itu gak minta makanannya, mereka pengen juga kok dengerin obrolannya, tapi ya gak masuk aja dengan mereka....dengan tema seluas itu, mengapa tidak menyesuaikan diri dengan bekal satu al quran untuk dibagikan kepada semua audience yang ada di situ...bukannya amal maruf nahi mungkar juga saling mengingatkan? Gak bicara ttg poligami thok kan ?

Ah....

Amal maruf nahi mungkar (3)

Aku menyaksikan kedzaliman...
setidaknya menurut persepsi pandangku
aku tidak punya kuasa untuk melawan itu
sehingga yang kulakukan
hanya mendengar curhatan dari pihak yang terdzalimi
AARGHHH
Ini membuatku frustasi
What should I do ?????

Saturday, November 11, 2006

Entah

Entah mengapa, aku tak berdaya
Waktu kau bisikkan, “jangan aku kau tinggalkan”
Tak tau dimana, ada getar terasa
Waktu kau katakan, ”ku butuh dekat denganmu”

Seperti biasa aku diam tak bicara
Hanya mampu pandangi bibir tipismu yang menarik
Seperti biasa aku tak sanggup berjanji
Hanya mampu katakan aku cinta kau saat ini
Entah esok hari
Entah lusa nanti
Entah

Sungguh mati, perempuanku
Aku tak mampu beri sayang yang cantik
Seperti kisah cinta di dalam komik
Sungguh mati, perempuanku
Buang saja angan-angan itu
Lalu cepat peluk aku
Lanjutkan saja langkah kita
Rasalah...rasalah... apa yang terasa
Apa yang terasa
Apa yang terasa

Ada dua lagu yang mengingatkanku pada seseorang. Salah satunya lagu ini. Hampir setiap lirik lagu ini menggambarkan dirinya, ketika ia ’merasa’ menyukai seseorang, maka ia bertingkah laku mirip dengan kata-kata di lagu ini.

Aku juga gak tahu kenapa tiba-tiba jadi mendengarkan lagu ini, mungkin aku sedang kangen dengan salah satu temanku yang penggemar iwan fals... mungkin pula aku marah dengan lirik lagu ini ...mungkin juga aku biasa aja, kebetulan kedengaran lagu ini....

Ah, andai kata bisa berlaku se-’entah’ itu...

Hihihi....

kayaknya aku terlalu serius menanggapi segala sesuatu yang terjadi di sekitarku,

terkadang bahkan juga ikutan serius menanggapi segala sesuatu yang tidak langsung
berkaitan denganku.

Friday, November 10, 2006

Untukmu Ibu

Dear mothers,
Akhir-akhir ini aku bertemu dengan sahabat-sahabat baruku.
Mereka semua sahabat cilik yang ternyata kehilangan mercusuarnya.
”Mama”
mereka itu memanggil sebutan istimewa yang dihadiahkan tuhan untukmu kepada orang-orang lain selain-mu.
Bagi mereka, dirimu tak lebih sekedar sosok yang melahirkan mereka saja
Tanpa merawat dan mengasihi mereka.
Duhai mothers,
Tahu tidak kalau saat ini perkembangan mereka masih seperti berjalan di tempat?
Tahu tidak kalau kemarin ia belajar memukul temannya?
Tahu tidak menurut bu/pa guru, mereka sudah bisa melakukan apa ?
Tahu tidak kalau kemarin mereka sedang bersedih?
Mothers,
Not everybody entitle to be called mothers,
So it means you are special to be able to bring a child in this world
Engkaulah yang melanjutkan benang ketulusan cinta di dunia
Pastilah engkau dicintai oleh sang maha pencinta
Tapi…
Tentulah sang pemberi hadiah ingin agar hadiahnya dirawat
Agar kepercayaannya tidak kau sia-siakan
Tentulah ia sangat mencintaimu
Tolong, balaslah cintanya
Secara langsung tanpa diwakili
Bersabarlah....
Bukankah kau diingatkan untuk bersabar ?
Mothers,
Yang instant itu hanyalah produk mie atau susu atau beberapa produk lain
Yang kau bawa ke dunia ini jauh lebih berharga dari produk-produk tersebut
Maka ’cara mematangkannya’ juga tidak dapat instant
Sehingga ’rasanya’ akan jauh lebih berharga dibanding segala sesuatu yang instant
Bahkan sampai dirimu tidak lagi hadir di dunia ini, mereka dapat terus memberi manfaat bagimu
Dear mothers,
Jangan ’buang’ hartamu yang paling berharga itu....
Pleaseee...

PS:
mommy, happy birthday
I hope Allah will guide us in everything we do…
Love you so much

Thursday, October 26, 2006

Ulat dan Kupu-kupu


Wataru Matsura (co 16 th) : kau lihat apa ?
Keiko Komiya (ce, yang sama wataru 1 SD & SMP tp cm 1 x bareng di 1 kelas) : ada kupu-kupu terperangkap di sarang laba-laba
Wataru matsura : kau takut laba-laba ?
Keiko komiya : nggak
Wataru : kalau begitu tolong saja
Keiko : kenapa ?
Wataru : kasihan kan
Keiko : oh ya ? bisa jadi laba-laba itu belum makan berhari-hari dan akhirnya sekarang dia dapat makanan
Wataru : biasanya cewek lebih berpihak pada kupu-kupu
Keiko: oh ya? Kalau begitu bagaimana kalau yang terperangkap itu ulat yang belum jadi kupu-kupu
Wataru : ng?..emm, sepertinya sulit menolongnya
Keiko : padahal keduanya sama, tapi ternyata harus cantik supaya ditolong

(taken from: Pemberhentian - Adachi mitsuru, Short Program vol 2, elex media komputindo)

after ied

gak asik d, nontonin tipi, apalagi beritanya...smua ceritanya yang diutarakan sedih, semua yang 'direpotase'kan adalah berita yg menyedihkan...bahkan cara reportase dan investigasi sang pekerja media juga menyedihkan..tidak ada niat sama sekali untuk menggali masalah atau berusaha membantu cari solusi (which, maybe not their problem ya...hehehe) yang mereka ingin bentuk adalah opini yg menyalahkan salah satu pihak...salah satu bentuk yang un-democratic...for me....makin kejam (bukan tajam, menurutku) makin senang dan berasa sukseslah sang pekerja media itu...ah...

berita kedua...seneng deh, idul fitri kali ini rumahku dikunjungi ponakan-ponakan kecilku yang lucu-lucu dan pinter-pinter....alhamdulillah, mereka juga berasa di rumah sendiri....ponakan-ponakan ini jadi istimewa karena mereka juaraaaang banget mampir ke rumah, sekalian membahagiakan nyokap-bokap karena mungkin mereka pengen banget ketemu cucu (maaf banget ya ma...pa...), xie2 guys (^_^)

berita ketiga...setelah tgl merah kemarin, tlp rumahku berdering dan berceritalah seorang ibu ttg masalah yg menimpa keluarganya...ah, back to work again far...alhamdulillah...bertemu kembali dengan sahabat-sahabat baru dan guru-guru kehidupan baru, yang mau dengan baik hati membagi masalah mereka denganku untuk sama-sama belajar bersamaku menjadi manusia yg lebih baik lagi...

last but not least (basi banget kata-kata ini...hihihi) janjiku pada diriku adalah untuk menjaga tiap kata yang keluar dari seluruh diriku. Belajar untuk mempertanggungjawabkannya...belajar untuk menghargai orang lain yang mendengarkannya, membacanya, merasakannya...

selamat idul fitri, minal aidin wal faizin

Tuesday, October 10, 2006

PENELITI TANPA HASIL PENELITIAN

hihihi...
posting lagi nih..
karena tampaknya g mo libur nge-net sesaat...
tadi sempat ngebaca suatu artikel dan si penulis artikelnya membubuhkan identitas diri sebagai ketua tim peneliti dari sebuah institut...
kadang-kadang aku suka nyengir-nyengir gak jelas kalo abis baca identitas penulis
apalagi yang menyebut dirinya sebagai peneliti...
coz sometimes, what he/she wrote gak menyebutkan sama sekali hasil penelitiannya
tapi just personal opinion on something...
then, why not just mention who you are without the researcher 'thing' under your own name ?
lagian, aku suka bingung, hasil penelitian kok gak pernah di publish ya ?
atau aku selalu mencari di tempat yang salah ?
harusnya publishing penelitian itu dimana sih ?
kok di koran ga ada ya ?

DEG-deg'an...dan....jatuh cinta

Seorang teman baruku bertanya padaku...
T: ada gak sih teori yang menyatakan bahwa kita dapat jatuh cinta kembali pada pasangan kita ?
J: hahaha....cie, jatuh cinta nih ?
T: hehehe...nggak sih, cuma mau tahu aja, sebetulnya bisa gak sih kita jatuh cinta lagi begitu...atau kita gak akan bisa karena sudah tua dan lama sama pasangan ?
J: wah, aku gak tau nih teorinya mba...aku paling jawab berdasar apa yang aku lihat, dengar, logika, tahu dan ke'so-tahu-an-ku...hihihi...gimana ?
T:...iyalah, menurutmu gimana ?
J: pertama, jatuh cinta yang ada di kepala mba belum tentu sama loh dengan jatuh cinta yang ada di kepalaku....jatuh cinta maksudnya mba apa nih ?
T: ya..bisa lagi gak sih kita merasa deg-deg-an ketika pasangan pulang kantor atau deg-deg-an ketika (maaf) hendak bermesraan ?
J: ooo....deg-deg-an itu menurutku gak sama dengan jatuh cinta loh mba...mungkin iya, salah satu indikator jatuh cinta itu deg-deg-an tapi belum tentu deg-deg-an karena jatuh cinta...hihihi....jadi yang dicari apa nih ? deg-deg-annya ato jatuh cintanya ? Kalau mo nyari deg-deg-an, biasanya kita deg-deg-an kenapa sih ? mungkin karena ada sesuatu yang exciting, suatu yang bikin penasaran, sesuatu yang buat 'adrenalin rush'...nah, kalo gitu, apa sih dari pasangan/hubungan mba yang bisa membuat adrenalin rush itu ? cari tahu dan siap-siap untuk deg-deg-an lagi...hihihi....tapi mba, kalo dari tahapan-tahapan yang ada, biasanya emang deg-degan itu kan di masa-masa awal, yang dengan pertumbuhan hubungan, the feeling grows into something more than just physical chemestry...maybe it's something bound spiritually...hihihi...maybe loh, which supposed to be more satisfying...but, we all just human, who sometimes measure everything by physical reaction...(wait...or is it animal who do that? hehehe)...ini sih jawaban so' tahu-ku mba...
T: oke deh...hehehe

(aftertalk: hmm...kenapa ya orang itu suka tidak mencari tahu lebih lanjut, sebetulnya yang dicari itu apa dan yang dibutuhkan itu apa...why not dig deeper?...and then, if everything measure by physical reaction, no wonder there so many affair in this human world...(dont know about animal, though..hihihi) Am not saying that physical dont matter, but we sometimes cant balance the two things that we've been blessed with...)

aku dAPat Apa ?

hmm...
agak menyedihkan nih, masih harus melanjutkan tulisan yang kemarin.
pas aku dengar 'kuliah ramadhan' smalem, yang ada aku bertanya-tanya lagi
is there all there is ?
katanya bulan ramadhan penuh rahmat dan berkah karena sekian hal yang 'istimewa' untuk manusia.dapat pahala berlipat, dihapus dosa-dosa, dan sejenisnya...
gak...gak bermaksud menyepelekan hal-hal tersebut...siapa sih yang ga mau itu ? saya sih mau banget !
tapi mengapa itu yang dititikberatkan ya ?
mengapa selalu 'upah' yang dicari ya ?
mengapa tidak menjadikan itu bonus karena kita mencintai yang kita lakukan ?
apa iya, tahapan kita cuma di tahap 'good boy, good girl'? gak maju2 ?
kalau iya, berarti pertanyaan mengapa tetap ada korupsi n maksiat tapi semua orang 'pergi ke tempat ibadah' ya gak perlu ditanyakan lagi dong...wong, upahnya mengiurkan...maksiat aja, toh ada pencucian dosa di bulan ramadhan, dianugrahi pula tiap tahun ada bulan itu, bukan begitu ?
jadi inget kata-kata seorang sahabatku waktu kelas 2 sma dulu...
"ah, toh setelah malemnya g melakukan **** (Censored), paginya kan g berdoa, mengaku dosa..'mencucinya"
jadi dapat 2 hal dong, kenikmatan dunia...dan kenikmatan...(hehehe, gak tahu ya kenikmatan spiritualnya dapet juga atau kagak)

pamrih 'bo...everything has a payoff...

Thursday, October 05, 2006

selfless good deed

semalam temanku ato orang yang mengaku sebagai temanku menelponku
dia menceritakan banyak hal tentang orang lain maupun tentang dirinya.
setiap kali ia mengabariku, selalu dengan cara yang sama walaupun dengan cerita yang berbeda.
entah mengapa, kali kemarin aku merasa bosan
kukatakan padanya kalau aku kesal padanya.

buatku, seorang teman akan mengabarkan temannya sesuatu yang terjadi padanya
buatku, seorang teman akan menyempatkan silaturahmi
buatku, seorang teman tidak akan berhenti pada tahapan basa-basi
buatku, seorang teman tidak akan menghubungi lalu stop menghubungi karena merasa tidak memerlukan temannya lagi

Dia bilang: aku seorang penyendiri
buatku jika aku perlu 'menapak bumi' maka aku akan menghubungi teman-temanku
lalu mendengar cerita mereka

ya ampun, seorang teman baginya hanya sekedar objek !
'baterai'nya untuk kembali 'naik gunung'

tapi

kemudian aku berpikir

bukannya slama ini, itulah yang paling sering kita lakukan (setidaknya aku)?
kita hanya menghubungi orang lain saat kita membutuhkan mereka
sampai-sampai, jangan-jangan, aku jadi berburuk sangka pada temanku itu
kalau dia betul-betul hanya ingin menyapa kabar, betapa jahatnya aku memarahinya

lalu
bukannya aku juga memiliki pamrih dengan menerima telponnya?
bukannya aku menginginkan sesuatu diantara sambungan-sambungan telponnya?
bukannya aku tidak bisa dengan tulus 'meladeni' obrolannya ?

(difensif: tapi kan aku merasa ada sesuatu dibalik obrolan basa basinya itu ! some unfinished bussiness)

tuhan, aku takut merasa benar sendiri...

kalau kata joey (friends): There is no selfless good deed...

Tuesday, October 03, 2006

tentang Bukber

setiap bulan ramadhan, salah satu yang juga pasti ada adalah acara buka bersama.
Sampai tahun ini, teman-teman sekelasku di SMA dulu masih rutin mengadakan bukber tiap tahun. Kalau dulu diriku masih sering menyempatkan diri hadir, tapi makin ke belakang, makin males.
Pertama, saya bukan mahluk malem kali ya, gak suka aja keluar rumah malem2, pengennya jam 7an gitu dah nyampe rumah dan siap2 bobo...hihihi....
kedua, makin lama budget untuk acara 'makan-makan' itu makin melonjak jumlahnya...rasanya masih banyak hal yang lebih urgent untuk 'dibeli' dari sekedar makanan-makanan yang belum tentu dapat dihabiskan itu.
ketiga, balik lagi ke alasan pertama, kalau di bulan selain bulan ramadhan aja, aku males keluar malem, apalagi kalau bulan ramadhan...soalnya itu ajang mengunjungi mesjid. Seneng aja rame2 kenalan sama tetangga di mesjid dan yang pasti di mesjid (diusahakan banget dong) obrolannya pasti gak ngomongin orang...hehehe...belajar banyak dari ibu-ibu di samping yang selalu berubah orang-orangnya...nah, kalau pake acara bukber, pasti kelewat deh moment yang jarang-jarang itu ! Oh ya, kalau bukbernya di luar rumah kayak di resto atau mal, pasti ribet untuk sholat magribnya...gak nyaman sama-sekali...hehehe, tapi it just me

O iya, momen bukber kan katanya untuk ajang silaturahmi...ah, di mesjid juga ajang silaturahmi kok, yang insya allah barokah juga...lagian seringkali after eating and basa-basi, we go home feeling empty again (or again, it just me...)hehehe...dan kemarin-kemarin ini, aku merasa kok ya semangan buka bersama jadi berlawanan sama semangat yang ingin ditularkan lewat ibadah yang namanya puasa itu ? bukannya puasa untuk menahan diri dan mengajarkan toleransi terhadap sesama, apa tujuan itu bisa tercapai kalau buka-nya di tempat jor-jor-an ? kalau tidak berbagi dengan yang katanya 'sesama'?

buatku: kalau ajang bukber adalah ajang kangen-kangenan, ya cari tempatlah di rumah sapa, biar rame2, kalau ngerepotin tuan rumah, pake aja nasi kotak paketan, kalau berlebih, bisa dibagi-bagi untuk buka puasa teman-teman lain di berbagai pelosok jakarta ini...toh pada punya mobil, gak sulit mencapai tempat-tempat tersebut... atau bukber rame2 ama mereka...pasti ada obrolan baru dari mereka...hehehe, sisanya ya ketawa haha hihi rame-rame...mungkin lebih berarti, mungkin looooh.....

Ah, mungkin si farah lagi bete nih...hehehe...tiap orang punya cara sendiri kok menghargai pemberian tuhannya...kan gak harus sama seperti dirimu farah ! hehehe....

Saturday, September 30, 2006

daftar dosa

satu lagi pertanyaan yang muncul waktu kemarin taraweh
(bulan ini aku punya kebiasaan baru unt mencatat apa-apa aja yang menimbulkan pertanyaan saat ceramah 20 menitan sebelum witir di mesjid)
kenapa sih kita jadi lebih sering membuat daftar dosa
trus gak memberikan saran-saran kongkrit "how to be a good human?"
mengapa sih kita hanya jalan di tempat dengan kegembiraan karena menemukan dosa-dosa
tanpa ada langkah 'maju jalan' untuk become a better person ?

Monday, September 25, 2006

INTI nya adalah...

Selamat ber-ramadhan ya

aku suka bingung deh
1. katanya puasa itu gak sekedar menahan lapar-haus-nafsu, tapi kok ya yang ditekankan melulu adalah menahan lapar-haus-nya ya. Bahkan ucapan "Selamat berpuasa" justru menekankan banget-banget untuk tahan lapar-haus ini. Kalau menurutku: puasa itu bukannya setiap saat ? Which is kita berpuasa dari segala-sesuatu keduniawian sehingga kita hidup secukupnya aja...sebetulnya intinya apa ya dari berpuasa itu ? soalnya lagi, aku jadi heran kalau ada yg bilang: "Yang penting puasanya dulu deh...tarawehnya nanti, kan ada prioritas..." nah loh...emang puasa itu "Hanya" gak makan-minum ya ? Bulan puasa sendiri jadi berkah dan rahmat tuhan karena dipermudah oleh tuhan untuk merasa kebersamaan, sama-sama berpuasa...tapi kok ya, justru yang aku lihat di bulan puasa bukannya orang-orang yang berpuasa tapi malah gak bisa nahan napsu...hiks

2. katanya ustad di mesjidku "Puasa itu untukku...firman Allah" lha kok ya yang ditekankan dalam ceramah keagamaannya justru amalan-amalan di bulan Ramadhan yang menjanjikan pahala berlipat ganda? bukannya itu justru balik-baliknya kembali keegoisan manusia yang ingin senengnya dewe ? yang justru menegasikan apa yang dikatakan oleh sang ustad bahwa puasa itu untuk allah ? jangan-jangan justru yang semakin dicari manusia (saya kali ya...) bukan keridhaan tuhan tapi keselamatan diri sendiri? naudzubilah...

3. Katanya lagi...bulan Ramadhan berusaha mengingatkan kita bahwa kita adalah milik tuhan, tapi kok ya justru ada yang menganjurkan kita untuk meminta apapun pada allah di bulan ramadhan ini? nah loh, dalam doa seringkali kita 'perintahkan' tuhan untuk melakukan macam-macam yang kita inginkan ? seakan bukan kita miliknya tapi ia milik kita ? astagfirullah...

4. Kesimpulan akhir ? Jadi bulan Ramadhan itu untuk sapa ? untukku ? Untuk Tuhan ?

mohon maaf lahir batin
hiks...