heran,
kenapa sih lebih senang berada dalam mimpi
padahal realita itu lebih mudah loh, lebih jelas 'pakem2'nya
padahal udah tau mimpi itu pake usaha
harus tidur dulu dan harus beruntung
kalo dah tidur tapi dikasih mimpi buruk kan gak beruntung toh
hehehe
kalau realita itu, bisa minta tolong ke bentuk nyata kalo butuh
kalau mimpi, minta tolong ke sapa ?
PLAK !
BANGUN FAR !
Sunday, February 04, 2007
ingat
kemarin aku seperti tersadarkan
aku kan selalu mengeluh
karena merasa semua orang selalu mengenaliku sebagai seseorang yang punya judul "P"
yang bisa membantu mereka solving their problems
ternyata aku punya sumbangan besar untuk itu
aku memperlakukan teman-temanku sebagai orang yang 'berobat jalan'
(sombongnya diriku! astagfirullah)
jadinya gak heran mereka selalu menganggap diriku sebagai P bukan F the whole...
(apa toh ini?hehehe)
mulai sekarang harus berubah soal memperlakukan orang lain
memperlakukan teman, ya sebagai teman-lah
not more...
as their wish
hehehe...
ganbatte !
aku kan selalu mengeluh
karena merasa semua orang selalu mengenaliku sebagai seseorang yang punya judul "P"
yang bisa membantu mereka solving their problems
ternyata aku punya sumbangan besar untuk itu
aku memperlakukan teman-temanku sebagai orang yang 'berobat jalan'
(sombongnya diriku! astagfirullah)
jadinya gak heran mereka selalu menganggap diriku sebagai P bukan F the whole...
(apa toh ini?hehehe)
mulai sekarang harus berubah soal memperlakukan orang lain
memperlakukan teman, ya sebagai teman-lah
not more...
as their wish
hehehe...
ganbatte !
Sunday, January 28, 2007
untuk semua sahabat
Terimakasih ya teman,
Karena merendah dengan meminta saranku
Atas apapun yang sedang kalian alami
Karena
Dengan so tau memberi saran pada kalian
Aku pun mengingatkan diri sendiri
Untuk mendengarkan dan melaksanakan apa yang aku sarankan
Terimakasih ya teman,
Karena meninggalkanku pada saat yang tepat
Sehingga aku tidak jadi manja
Dan belajar untuk menemukan kekuatan diri
Serta strategi penyelesaian masalah
Terimakasih ya teman,
Karena mau menjadi saudara-saudara baruku
Yang masih memberi kabar
Dan menawarkan bantuan
Mengingatkanku
Untuk selalu membasahi bibir
Dengan ucapan terimakasih
Alhamdulillah
Atas semua yang terjadi
Karena merendah dengan meminta saranku
Atas apapun yang sedang kalian alami
Karena
Dengan so tau memberi saran pada kalian
Aku pun mengingatkan diri sendiri
Untuk mendengarkan dan melaksanakan apa yang aku sarankan
Terimakasih ya teman,
Karena meninggalkanku pada saat yang tepat
Sehingga aku tidak jadi manja
Dan belajar untuk menemukan kekuatan diri
Serta strategi penyelesaian masalah
Terimakasih ya teman,
Karena mau menjadi saudara-saudara baruku
Yang masih memberi kabar
Dan menawarkan bantuan
Mengingatkanku
Untuk selalu membasahi bibir
Dengan ucapan terimakasih
Alhamdulillah
Atas semua yang terjadi
Saturday, January 27, 2007
buka pintu
Terimakasih
Karena telah membuka pintuku
Untuk melihat suatu hal yang sangat indah
Mengetahui pasti bahwa
”God works in a mysterious way”
Really is…mysterious…
Mengangkat daguku ketika menunduk pada hal remeh temeh
Dan lupa mendongakkan wajah pada apa yang terpampar di hadapan
Bahwa tidak perlu menyingkirkan batu sandungan
Ketika kamu sedang terbang
(^_^)v
Karena telah membuka pintuku
Untuk melihat suatu hal yang sangat indah
Mengetahui pasti bahwa
”God works in a mysterious way”
Really is…mysterious…
Mengangkat daguku ketika menunduk pada hal remeh temeh
Dan lupa mendongakkan wajah pada apa yang terpampar di hadapan
Bahwa tidak perlu menyingkirkan batu sandungan
Ketika kamu sedang terbang
(^_^)v
Saturday, January 20, 2007
dEmI WaKtU
Aku termasuk orang yang kaku untuk beberapa hal
salah satunya tentang ketepatan waktu ketika berjanji
karena dengan menepatinya artinya kamu menghargai orang yang menjadi partner janjianmu
Dan dengan mengulur waktu artinya kamu tidak menghargai orang tersebut
orang-orang yang tidak menghargai orang lain
ku anggap sombong
karena mereka merasa diri mereka diatas yang lain
sehingga orang harus memaklumi mereka
kecuali ada alasan yang logis tentang hal tersebut dan ada pemberitahuan sebelumnya
tentang waktu 'karet' (kenapa ya di kasih nama karet ?) ini paling sering dialami saat menunggu wawancara...
aku juga ikut melakukan hal ini karena admin tempatku bekerja menganggap waktu orangtua calon siswa tidak cukup berharga sehingga untuk waktu wawancara 2 calon siswa dijadikan satu...
aku sudah mengingatkannya dan ini jadi evaluasiku sehingga mudah2an di waktu lain hal ini pasti jadi perhatian seriusku
ah, kesombonganku..astagfirullah..saat memperbaiki diri
lalu, aku pun ditegur karena mengalami hal yang sama
ada suatu tawaran pekerjaan dimana aku harus datang wawancara
dan disurat tertera jam 9 sampai selesai...
jam 9.15 salah satu pewawancara mengatakan bahwa yang akan mewawancaraiku (orang lain) sedang melakukan sholat...(hei...!!!!)
jam 9.30 sang pwwcr yg sama mengatakan bahwa salah satu lainnya yang akan mewawancaraiku masih di perjalanan dan tidak bisa di prediksi sampai di tempat jam berapa
HELLOOOO !!!!!
Aku kecewa berat....
tapi juga belajar banyak
bahwa kita ternyata orang-orang yang sombong
ah
salah satunya tentang ketepatan waktu ketika berjanji
karena dengan menepatinya artinya kamu menghargai orang yang menjadi partner janjianmu
Dan dengan mengulur waktu artinya kamu tidak menghargai orang tersebut
orang-orang yang tidak menghargai orang lain
ku anggap sombong
karena mereka merasa diri mereka diatas yang lain
sehingga orang harus memaklumi mereka
kecuali ada alasan yang logis tentang hal tersebut dan ada pemberitahuan sebelumnya
tentang waktu 'karet' (kenapa ya di kasih nama karet ?) ini paling sering dialami saat menunggu wawancara...
aku juga ikut melakukan hal ini karena admin tempatku bekerja menganggap waktu orangtua calon siswa tidak cukup berharga sehingga untuk waktu wawancara 2 calon siswa dijadikan satu...
aku sudah mengingatkannya dan ini jadi evaluasiku sehingga mudah2an di waktu lain hal ini pasti jadi perhatian seriusku
ah, kesombonganku..astagfirullah..saat memperbaiki diri
lalu, aku pun ditegur karena mengalami hal yang sama
ada suatu tawaran pekerjaan dimana aku harus datang wawancara
dan disurat tertera jam 9 sampai selesai...
jam 9.15 salah satu pewawancara mengatakan bahwa yang akan mewawancaraiku (orang lain) sedang melakukan sholat...(hei...!!!!)
jam 9.30 sang pwwcr yg sama mengatakan bahwa salah satu lainnya yang akan mewawancaraiku masih di perjalanan dan tidak bisa di prediksi sampai di tempat jam berapa
HELLOOOO !!!!!
Aku kecewa berat....
tapi juga belajar banyak
bahwa kita ternyata orang-orang yang sombong
ah
Thursday, January 04, 2007
karakter
Beberapa hari lalu aku sempat nonton oprah. Ada kata yang masih tergiang-ngiang sampai detik ini, yang intinya bahwa karakter itu dibentuk lewat pengalaman, gak pernah lewat yang lainnya...trus kalau kita berbuat salah, itu artinya your life is all through but not over...u learn by that mistakes and move on....
Aku jadi berpikir dengan sekian banyaknya sekolah ’menjual’ kemasan materi character building, bagaimana bisa itu tidak diajarkan secara kontinu ? bagaimana mungkin siswa belajar hanya lewat pelajaran yang maksimal 2 jam dalam 1 minggu ( @+ 45 mnt) ? bagaimana karakter diharapkan dapat menetap tanpa mereka mengalami langsung bagaimana harus jujur? Bagaimana harus berpikir kritis? Bagaimana harus hormat pada orangtua? Dan bagaimana-bagaimana lainnya....
Contoh simple deh, gimana bisa bertoleransi atau tenggang rasa kalau gak pernah dikenalkan dengan berbagai jenis manusia yang ada di lingkungan tempat tinggalnya ? bagaimana bisa mandiri kalau field trip justru pakai acara naik trans yang tidak melewati jalanan di sekolahnya dan lingkungan rumah ? bagaimana coba ?
Aku juga salah satu yang mengganggap harusnya sekolah dengan embel2 agama di namanya tidak usah ada...negara ini adalah negara yang punya motto bhinneka tunggal ika, mengapa tidak mengedepankan hal tersebut ? dengan masing-masing anak diajarkan agamanya sendiri tanpa harus berbenturan satu sama lain ?
Buatku doa-doa yang diajarkan di sekolah untuk level anak prasekolah harusnya tidak umum, tapi mereka diajarkan berdoa menurut agamanya masing-masing: misalnya si agama islam diajarkan doa menurut agamanya, agama kristen dengan gerakan tangan yang berbeda pula, dan seterusnya...biar mereka mengerti bahwa teman mereka akan tetap mengasyikkan meskipun punya cara yang beda dalam berdoa....
Ah, terkadang aku mimpi aku punya keberanian untuk pergi ke daerah, belajar bahasa lokal lalu menjalankan kurikulumku...
Aku juga mimpi aku punya uang untuk studi banding di negara jepang tentang pendidikan pra-sekolah mereka...kenapa jepang ? karena aku melihat kurikulum salah satu negara asia yang banyak diidolakan di indonesia sangat ’robotic’ lagipula jepang lah yang menelurkan buku totto-chan ! hehehe....
Oh ya, aku juga sempat menanyakan salah satu temanku yang sangat ku kagumi tentang pemikirannya akan beberapa hal yang jadi pikiranku akhir-akhir ini, berkaitan dengan karakter itu: perlukah kelas akselerasi ? aku bertanya hal yang sama pada beberapa temanku yang lain, dengan jawaban yang beragam, dengan argumentasi yang beragam pula. Aku pribadi lebih suka kalau kelas ini gak usah ada...hehehe, bukan berarti membiarkan orang-orang hebat ini terlunta-lunta di kelasnya, tapi bisa dong dibuatkan program ’helping each other’ di kelas ? anak yang pintar di matematika misalnya membantu temannya yang kurang bisa matematika, toh siapa tahu temannya yang kurang pandai matematika ini dapat membantu dirinya yang pandai matematika di pelajaran lain: misalnya dalam pelajaran prakarya...? why not ? lagian tatalaksananya carut marut kali kelas aksel ini.....
Hal lain: tentang homeschooling...hehehe, buatku: again, sekolah is not just a place to study several subject...it’s a place to study many things that goes beyond text book...life-skill perharps, u best learn at school...i too, against this kind of schooling...
Ah, pendidikan….satu-satunya yang membuatku ingin menjadi bagian dari satu menara gading yg disebut pegawai negeri di depdiknas…hihihi….
Someone told me, several days ago, that I’m not going to be a psychologist with many patient/client…coz for me, it tooks so much more to be able to bring out good in people…you just don’t diagnose quickly by several symptoms only and give out general recommendation…I strongly believe that ppl are uniqely built and u have to meet them several times to be able to decribe the near precisely description about what happen to them…and it took more than willingness to start the treatment or life changing style…it took courage and patient…
Ah, aku selalu diledek idealis…hiks….
Aku hanya takut tak mampu mempertanggungjawabkan apa yang aku buat
Apa yang aku ucap
Apa yang aku kerjakan…
….
Aku jadi berpikir dengan sekian banyaknya sekolah ’menjual’ kemasan materi character building, bagaimana bisa itu tidak diajarkan secara kontinu ? bagaimana mungkin siswa belajar hanya lewat pelajaran yang maksimal 2 jam dalam 1 minggu ( @+ 45 mnt) ? bagaimana karakter diharapkan dapat menetap tanpa mereka mengalami langsung bagaimana harus jujur? Bagaimana harus berpikir kritis? Bagaimana harus hormat pada orangtua? Dan bagaimana-bagaimana lainnya....
Contoh simple deh, gimana bisa bertoleransi atau tenggang rasa kalau gak pernah dikenalkan dengan berbagai jenis manusia yang ada di lingkungan tempat tinggalnya ? bagaimana bisa mandiri kalau field trip justru pakai acara naik trans yang tidak melewati jalanan di sekolahnya dan lingkungan rumah ? bagaimana coba ?
Aku juga salah satu yang mengganggap harusnya sekolah dengan embel2 agama di namanya tidak usah ada...negara ini adalah negara yang punya motto bhinneka tunggal ika, mengapa tidak mengedepankan hal tersebut ? dengan masing-masing anak diajarkan agamanya sendiri tanpa harus berbenturan satu sama lain ?
Buatku doa-doa yang diajarkan di sekolah untuk level anak prasekolah harusnya tidak umum, tapi mereka diajarkan berdoa menurut agamanya masing-masing: misalnya si agama islam diajarkan doa menurut agamanya, agama kristen dengan gerakan tangan yang berbeda pula, dan seterusnya...biar mereka mengerti bahwa teman mereka akan tetap mengasyikkan meskipun punya cara yang beda dalam berdoa....
Ah, terkadang aku mimpi aku punya keberanian untuk pergi ke daerah, belajar bahasa lokal lalu menjalankan kurikulumku...
Aku juga mimpi aku punya uang untuk studi banding di negara jepang tentang pendidikan pra-sekolah mereka...kenapa jepang ? karena aku melihat kurikulum salah satu negara asia yang banyak diidolakan di indonesia sangat ’robotic’ lagipula jepang lah yang menelurkan buku totto-chan ! hehehe....
Oh ya, aku juga sempat menanyakan salah satu temanku yang sangat ku kagumi tentang pemikirannya akan beberapa hal yang jadi pikiranku akhir-akhir ini, berkaitan dengan karakter itu: perlukah kelas akselerasi ? aku bertanya hal yang sama pada beberapa temanku yang lain, dengan jawaban yang beragam, dengan argumentasi yang beragam pula. Aku pribadi lebih suka kalau kelas ini gak usah ada...hehehe, bukan berarti membiarkan orang-orang hebat ini terlunta-lunta di kelasnya, tapi bisa dong dibuatkan program ’helping each other’ di kelas ? anak yang pintar di matematika misalnya membantu temannya yang kurang bisa matematika, toh siapa tahu temannya yang kurang pandai matematika ini dapat membantu dirinya yang pandai matematika di pelajaran lain: misalnya dalam pelajaran prakarya...? why not ? lagian tatalaksananya carut marut kali kelas aksel ini.....
Hal lain: tentang homeschooling...hehehe, buatku: again, sekolah is not just a place to study several subject...it’s a place to study many things that goes beyond text book...life-skill perharps, u best learn at school...i too, against this kind of schooling...
Ah, pendidikan….satu-satunya yang membuatku ingin menjadi bagian dari satu menara gading yg disebut pegawai negeri di depdiknas…hihihi….
Someone told me, several days ago, that I’m not going to be a psychologist with many patient/client…coz for me, it tooks so much more to be able to bring out good in people…you just don’t diagnose quickly by several symptoms only and give out general recommendation…I strongly believe that ppl are uniqely built and u have to meet them several times to be able to decribe the near precisely description about what happen to them…and it took more than willingness to start the treatment or life changing style…it took courage and patient…
Ah, aku selalu diledek idealis…hiks….
Aku hanya takut tak mampu mempertanggungjawabkan apa yang aku buat
Apa yang aku ucap
Apa yang aku kerjakan…
….
Monday, December 25, 2006
BECOMING
Aku sempat semalam berada di dalam kemah yang penuh dengan air
Dengan kondisi tubuh yang mengigil
Bagaimana dengan mereka yang harus berada di dalam tenda pengungsian
Sekian lama tanpa tahu kapan waktu mereka dapat kembali menikmati hak-nya
Betapa mahalnya perlindungan alam yang disia-siakan
Aku sempat merasa sangat sakit
Ketika ketidakberdayaan menimpaku dan aku membutuhkan bantuan oranglain
Betapa sedihnya diriku melihat mata kuatir orang-orang terdekatku
Dan terganggunya jadwal mereka untuk mengurusku
Betapa mahalnya kesehatan yang seringkali dianggap angin lalu
Aku sempat merasa begitu tua
Ketika ternyata aku tak lagi kuat melakukan apa yang biasa ku lakukan dulu
Ketika jam tubuhku tidak lagi berdetak sepasti dulu
Betapa mahalnya waktu yang sering terisi dengan kesia-siaan
Aku sempat merasa seperti iblis
Yang tak mau menurut tuhan untuk bersujud pada adam
Ketika aku merasa nabi muhammad saw tak lebih dari kita manusia
Siapa aku, yang merasa lebih tahu daripada tuhan ?
Betapa mahalnya rasa menjadi seorang manusia
Dengan kondisi tubuh yang mengigil
Bagaimana dengan mereka yang harus berada di dalam tenda pengungsian
Sekian lama tanpa tahu kapan waktu mereka dapat kembali menikmati hak-nya
Betapa mahalnya perlindungan alam yang disia-siakan
Aku sempat merasa sangat sakit
Ketika ketidakberdayaan menimpaku dan aku membutuhkan bantuan oranglain
Betapa sedihnya diriku melihat mata kuatir orang-orang terdekatku
Dan terganggunya jadwal mereka untuk mengurusku
Betapa mahalnya kesehatan yang seringkali dianggap angin lalu
Aku sempat merasa begitu tua
Ketika ternyata aku tak lagi kuat melakukan apa yang biasa ku lakukan dulu
Ketika jam tubuhku tidak lagi berdetak sepasti dulu
Betapa mahalnya waktu yang sering terisi dengan kesia-siaan
Aku sempat merasa seperti iblis
Yang tak mau menurut tuhan untuk bersujud pada adam
Ketika aku merasa nabi muhammad saw tak lebih dari kita manusia
Siapa aku, yang merasa lebih tahu daripada tuhan ?
Betapa mahalnya rasa menjadi seorang manusia
Penghujung tahun
Aku belajar, untuk selalu bersyukur akan setiap kejadian dalam hidupku
Ketika aku selalu bersedih atau mengeluh,
Saat itu pula aku didengarkan atau diperlihatkan kisah-kisah orang lain
Dengan masalah mereka masing-masing
Dengan sikap mereka dalam menghadapi masalahnya tersebut.
Aku belajar, untuk selalu mempertanggungjawabkan setiap kata-ku
Ketika aku merasa begitu kecewa
Saat orang-orang yang meremehkan kata-kata yang mereka ucapkan
Saat merasa mereka dengan mudah meminta maaf
Lalu merasa begitu marah, ketika mereka berada di posisi yang sama denganku
Saat kata dikhianati
Aku belajar, untuk menghargai diriku sendiri
Ketika aku melihat betapa orang lain begitu menghargai ornamen
Ketika aku mendengar apa yang terucap begitu jauh dari apa yang tertampilkan
Ketika aku ditunjukkan orang-orang yang begitu bangga dengan keberadaan dirinya
Ketika ada orang-orang yang begitu indah menyampaikan arti berbagi
Aku belajar, untuk selalu berbagi
Mengingat tak ada yang kupunya adalah milikku
Mengingat semua adalah titipan
Mengingat bahwa aku ikut bertanggungjawab dengan ada ku di sini
Aku belajar, untuk membaca
Mengulang kembali yang diwajibkan tuhan
Mengembalikan diri pada fitrahnya
Yang tidak terbatas bentuk
Tidak terbatas usia
Tidak terbatas kondisi
....
Ketika aku selalu bersedih atau mengeluh,
Saat itu pula aku didengarkan atau diperlihatkan kisah-kisah orang lain
Dengan masalah mereka masing-masing
Dengan sikap mereka dalam menghadapi masalahnya tersebut.
Aku belajar, untuk selalu mempertanggungjawabkan setiap kata-ku
Ketika aku merasa begitu kecewa
Saat orang-orang yang meremehkan kata-kata yang mereka ucapkan
Saat merasa mereka dengan mudah meminta maaf
Lalu merasa begitu marah, ketika mereka berada di posisi yang sama denganku
Saat kata dikhianati
Aku belajar, untuk menghargai diriku sendiri
Ketika aku melihat betapa orang lain begitu menghargai ornamen
Ketika aku mendengar apa yang terucap begitu jauh dari apa yang tertampilkan
Ketika aku ditunjukkan orang-orang yang begitu bangga dengan keberadaan dirinya
Ketika ada orang-orang yang begitu indah menyampaikan arti berbagi
Aku belajar, untuk selalu berbagi
Mengingat tak ada yang kupunya adalah milikku
Mengingat semua adalah titipan
Mengingat bahwa aku ikut bertanggungjawab dengan ada ku di sini
Aku belajar, untuk membaca
Mengulang kembali yang diwajibkan tuhan
Mengembalikan diri pada fitrahnya
Yang tidak terbatas bentuk
Tidak terbatas usia
Tidak terbatas kondisi
....
Thursday, December 21, 2006
Bangsaku, apa ya?
Jadi pengen ngomongin tentang bangsa Indonesia deh.
Setelah tadi sempat nonton band cokelat yang mo nyanyi lagu indonesia raya
Yang merasa makin banyak orang yang kurang mengenal lagu kebangsaan bangsanya sendiri.
Mungkin juga setelah pulang dari surabaya (hehehe, akhirnya sampai juga di kota yang menyimpan banyak misteri untukku....hehehe)
Setelah merasa bangga sedikit dengan keluarga besarku
Yang betul-betul menggambarkan ke-bhinneka-an, mulai dari pulau sumatera sampai ke biak ! alhamdulillah, nikmat yang mana lagi yang bisa ku-dustakan....
Tetapi setelah kembali dari daerah timurnya Jawa, aku dihadapkan kembali ke dunia pekerjaanku...
Betapa sedihnya aku melihat bahwa nilai-nilai kebanggaan berbangsa Indonesia itu makin lama makin hilang.
Nilai-nilai pendidikan tidak lagi menempatkan kebangsaannya di dalam nilai yang ingin ditransfer kepada anak didiknya.
Betapa yang penting saat ini adalah menjadikan anak sehebat mungkin dalam berbagai hal akademis, sedini mungkin !
Semakin faseh ia berbahasa asing, semakin hebatlah sang anak
Semakin banyak bahasa yang dikuasainya, semakin jagolah ia
Masa ?
Buat apa dong berkoar-koar kalau aspek perkembangan manusia itu terdiri dari beberapa hal ? lupakah kita akan yang namanya aspek sosial, emosi, fisik?
Apa yang diajarkan oleh character building yang jadi salah satu jualan sekolahan mahal ? kalau sama sekali bukan membangun karakter yang peduli akan sesama saudaranya di negerinya sendiri?
Apa yang bisa diistimewakan dari sekolah yang dibiayai oleh rakyat, kalau sang fasilitator mementingkan urusan keamanan dan kenyamanan dirinya sendiri?
Bangsa kita lalu jadi bangsa yang akan jadi bagaimana ?
Dan apakah bijak kalau kita hanya mencibir?
Menyaksikan dan menyalahkan orang lain ?
UUUUUGGGGHHHHHHHHHHHHHH
Frustasi !!!!
Setelah tadi sempat nonton band cokelat yang mo nyanyi lagu indonesia raya
Yang merasa makin banyak orang yang kurang mengenal lagu kebangsaan bangsanya sendiri.
Mungkin juga setelah pulang dari surabaya (hehehe, akhirnya sampai juga di kota yang menyimpan banyak misteri untukku....hehehe)
Setelah merasa bangga sedikit dengan keluarga besarku
Yang betul-betul menggambarkan ke-bhinneka-an, mulai dari pulau sumatera sampai ke biak ! alhamdulillah, nikmat yang mana lagi yang bisa ku-dustakan....
Tetapi setelah kembali dari daerah timurnya Jawa, aku dihadapkan kembali ke dunia pekerjaanku...
Betapa sedihnya aku melihat bahwa nilai-nilai kebanggaan berbangsa Indonesia itu makin lama makin hilang.
Nilai-nilai pendidikan tidak lagi menempatkan kebangsaannya di dalam nilai yang ingin ditransfer kepada anak didiknya.
Betapa yang penting saat ini adalah menjadikan anak sehebat mungkin dalam berbagai hal akademis, sedini mungkin !
Semakin faseh ia berbahasa asing, semakin hebatlah sang anak
Semakin banyak bahasa yang dikuasainya, semakin jagolah ia
Masa ?
Buat apa dong berkoar-koar kalau aspek perkembangan manusia itu terdiri dari beberapa hal ? lupakah kita akan yang namanya aspek sosial, emosi, fisik?
Apa yang diajarkan oleh character building yang jadi salah satu jualan sekolahan mahal ? kalau sama sekali bukan membangun karakter yang peduli akan sesama saudaranya di negerinya sendiri?
Apa yang bisa diistimewakan dari sekolah yang dibiayai oleh rakyat, kalau sang fasilitator mementingkan urusan keamanan dan kenyamanan dirinya sendiri?
Bangsa kita lalu jadi bangsa yang akan jadi bagaimana ?
Dan apakah bijak kalau kita hanya mencibir?
Menyaksikan dan menyalahkan orang lain ?
UUUUUGGGGHHHHHHHHHHHHHH
Frustasi !!!!
Saturday, December 09, 2006
Jalur Mendaki
minggu lalu, aku dapat kesempatan untuk kemping...hehehe, kali ini jadi 'tambahan repot' yang diundang oleh sekolahan tempatku membuat repot....hehehe. Kempingnya gak lama, cuma semalem. Kita berangkat rame2 naik tronton kecil bareng anak2 kelas 4-6. Wuaaa....jalanan menuju tempat itu lumayan jreng, bikin perut agak berputar, lebih parah lagi karena kondisi badanku gak terlalu fit. Aku kebetulan se-bis sama anak2 cowo kelas 5 dan 4, beberapa anak sukses muntah...hehehe, padahal we're not even closed to the destination...
Lalu sampailah kita di lokasi...yang ada aku terkaget-kaget...kesan pertamaku: ini mah bukan kemping, tapi pindah tidur...wong tenda2 dah jadi dan dikelompokkan besar: ce dan co ! aku kemping cuma 2 kali, 2-2nya pas SD, pramuka...hehehe, jadi it's been so long...dan aku masih bisa inget masa2 itu, karena it's fun. Yang aku inget, dulu, tendanya per kelompok regu, bangunnya dibantuin kakak2nya, tapi kita ribet bawa tiker, lampu petromax, kompor kecil, panci, dan teman2nya...
kempingku kali ini? hehehe, makanannya catering 'bo ! bawa genset...taelaaa...
tapi yang gak enak adalah musim ujan, dan itu gak diantisipasi dengan baik oleh kakak2 pembinanya...mosok, buat tenda gak bikin parit kecil di sekelilingnya...piye toh ?
hasilnya? yah, banjirlah...akhirnya yang kemping adalah guru-gurunya, sementara anak-anaknya diungsikan ke aula...ah, kacian...
sukses banget membuat sakit beberapa guru lainnya...hehehe, tapi aku yang berat ini ikutan main flying fox...hehehe....cuma gak ikutan hiking aja...wong pas mo nyampe, udah sedikit hiking karena supir trontonnya serem ngeliat medan jalanan yang harus dilaluinya dengan membawa anak-anak akibat ia salah jalan...hehehe....
mungkin saya memang memilih untuk diturunkan dengan helikopter daripada naik tronton...hihihi...sayangnya gak sempet ke air terjun, karena jalanan mendakinya licin...
Next story, mungkin tentang perjalanan ke surabaya...hehehe
Lalu sampailah kita di lokasi...yang ada aku terkaget-kaget...kesan pertamaku: ini mah bukan kemping, tapi pindah tidur...wong tenda2 dah jadi dan dikelompokkan besar: ce dan co ! aku kemping cuma 2 kali, 2-2nya pas SD, pramuka...hehehe, jadi it's been so long...dan aku masih bisa inget masa2 itu, karena it's fun. Yang aku inget, dulu, tendanya per kelompok regu, bangunnya dibantuin kakak2nya, tapi kita ribet bawa tiker, lampu petromax, kompor kecil, panci, dan teman2nya...
kempingku kali ini? hehehe, makanannya catering 'bo ! bawa genset...taelaaa...
tapi yang gak enak adalah musim ujan, dan itu gak diantisipasi dengan baik oleh kakak2 pembinanya...mosok, buat tenda gak bikin parit kecil di sekelilingnya...piye toh ?
hasilnya? yah, banjirlah...akhirnya yang kemping adalah guru-gurunya, sementara anak-anaknya diungsikan ke aula...ah, kacian...
sukses banget membuat sakit beberapa guru lainnya...hehehe, tapi aku yang berat ini ikutan main flying fox...hehehe....cuma gak ikutan hiking aja...wong pas mo nyampe, udah sedikit hiking karena supir trontonnya serem ngeliat medan jalanan yang harus dilaluinya dengan membawa anak-anak akibat ia salah jalan...hehehe....
mungkin saya memang memilih untuk diturunkan dengan helikopter daripada naik tronton...hihihi...sayangnya gak sempet ke air terjun, karena jalanan mendakinya licin...
Next story, mungkin tentang perjalanan ke surabaya...hehehe
Tuesday, November 28, 2006
...
astagfirullah...
dzalimnya saya yang hanya bisa diam dan terus melaju,
ketika melihat ada korban kecelakaan tergeletak di jalan raya
karena ketakutanku pada hal-hal yang seharusnya tidak ditakuti
astagfirullah...
dzalimnya saya ketika seringkali berlaku buruk
memarahi, menegur dengan suara keras dan menganggap diri benar sendiri
dan menganggap saya lebih dari dia
padahal berkali-kali ditegaskan kita sama
yang membedakan adalah iman seseorang...
astagfirullah...
dzalimnya saya ketika hanya mampu mendengar curhat
saat ada orang yang diperlakukan tidak adil oleh orang yg berposisi
struktural organisasi di bagian atas
dan saya tidak berada langsung di dalam bagan organisasi tersebut
astagfirullah...
dzalimnya saya yang hanya bisa diam dan terus melaju,
ketika melihat ada korban kecelakaan tergeletak di jalan raya
karena ketakutanku pada hal-hal yang seharusnya tidak ditakuti
astagfirullah...
dzalimnya saya ketika seringkali berlaku buruk
memarahi, menegur dengan suara keras dan menganggap diri benar sendiri
dan menganggap saya lebih dari dia
padahal berkali-kali ditegaskan kita sama
yang membedakan adalah iman seseorang...
astagfirullah...
dzalimnya saya ketika hanya mampu mendengar curhat
saat ada orang yang diperlakukan tidak adil oleh orang yg berposisi
struktural organisasi di bagian atas
dan saya tidak berada langsung di dalam bagan organisasi tersebut
astagfirullah...
Saturday, November 25, 2006
Berpendidikan dan bersekolah
Aku merasa begitu tak terkendalinya banyak hal setelah era yang disebut orang sebagai reformasi. Yang jadi concern utamaku adalah bagian pendidikan anak. Bidang pendidikan seperti kehilangan pengemudi utama yang mengontrol dan menentukan arah tujuan, hendak dibawa kemana generasi ini. Kalaupun ada tujuan yang ditetapkan, sangat abstrak sekali tujuan tersebut sehingga diinterpretasikan berbeda-beda…
Buatku, mungkin anugrah yang kuasa akan semua perbedaan tersebut, tetapi seringkali yang aku lihat adalah kebablasan di sana-sini, semua merasa benar sendiri tanpa mau menerima kritikan dan mengubah beberapa kebijakannya sehingga yang terjadi carut marut, kacau balau.
Aku tidak mau ngobrolin orang lain, hanya ingin ‘membuang’ sedikit kepusinganku dalam bentuk tulisan ini dari pengalaman yang aku alami sendiri. Atas karunia Tuhan, aku diberi kesempatan untuk mengalami langsung berbagai variasi pendidikan (tapi mungkin aku baru mengalami seperenambelas-nya kali ya) yang ada di Jakarta dan Depok.
Satu hal yang jadi strategi marketing sekolahan sekarang adalah menjual “bilingual”, yang menurutku bukan lagi bilingual tapi jadi trilingual bahkan mungkin lebih. Karena selain inggris-indonesia (yang lebih menitik beratkan bahasa inggris), teman-temanku juga mendapat pendidikan bahasa arab atau mandarin…. Semakin banyak bahasa menurutku orangtua merasa anak mereka semakin hebat, walaupun para ayah-bunda mereka hanya dapat berbahasa Indonesia. What’s wrong with bahasa Indonesia ? we all live in what country? Most of Indonesian ppl speaking bahasa, aren’t we? Bukannya tujuan kita memasukkan anak ke sekolah salah satunya untuk beradaptasi? kalau mereka nantinya hendak hidup di indonesia? Bukannya bahasa indonesialah yang harus mereka kuasai terlebih dulu dibandingkan bahasa-bahasa yang lain ? okeh, jika someday teman-teman ini akan bersekolah di luar negeri, tapi bukannya tugas mereka untuk membangun bangsa? Sehingga nantinya mereka harus return to this country and build this country and all of that would be done in bahasa ? apakah standar kemajuan suatu bangsa dengan penguasaan bahasa inggris ? mandarin? Arab ? bukannya jepang sangat bangga dengan bahasanya? Dan mereka can build their country too right? Berarti masalah utamanya bukan di bahasa dong?
About character building….gimana bisa membangun karakter yang baik dari seorang anak kalau yang mengajarkannya, sang guru, belum memiliki karakter yang cukup baik ? bagaimana pula mengajarkan karakter yang baik dan kuat pada anak kalau orangtua merasa tidak percaya pada sang pendidik ? isu dasarnya yang saling percaya itu tidak ada… lalu bagaimana mengharapkan karakter yang kuat dan percaya diri tapi di sisi lain saling sayang dan mengasihi dari anak muncul kalau bawaannya curigaaaa terus, kompetisiiii terus, sisi akademis melulu….
Bagaimana bisa bhinneka tunggal ika? Kalau anak bermata besar tidak pernah dikenalkan dengan anak yang bermata sipit, kalau anak sehat tidak pernah berteman dengan anak yang sakit?
Ranah itu makin lama makin mirip film M. Night Syamalan, the village....hiii....aku serem ngebayangin akan jadi apa nantinya, the so called ”generasi penerus”....
Yang penting itu anak yang berpendidikan atau yang bersekolah ya ?
To educate children or to make children go to school?
Is it still children or they are robot now ?
Buatku, mungkin anugrah yang kuasa akan semua perbedaan tersebut, tetapi seringkali yang aku lihat adalah kebablasan di sana-sini, semua merasa benar sendiri tanpa mau menerima kritikan dan mengubah beberapa kebijakannya sehingga yang terjadi carut marut, kacau balau.
Aku tidak mau ngobrolin orang lain, hanya ingin ‘membuang’ sedikit kepusinganku dalam bentuk tulisan ini dari pengalaman yang aku alami sendiri. Atas karunia Tuhan, aku diberi kesempatan untuk mengalami langsung berbagai variasi pendidikan (tapi mungkin aku baru mengalami seperenambelas-nya kali ya) yang ada di Jakarta dan Depok.
Satu hal yang jadi strategi marketing sekolahan sekarang adalah menjual “bilingual”, yang menurutku bukan lagi bilingual tapi jadi trilingual bahkan mungkin lebih. Karena selain inggris-indonesia (yang lebih menitik beratkan bahasa inggris), teman-temanku juga mendapat pendidikan bahasa arab atau mandarin…. Semakin banyak bahasa menurutku orangtua merasa anak mereka semakin hebat, walaupun para ayah-bunda mereka hanya dapat berbahasa Indonesia. What’s wrong with bahasa Indonesia ? we all live in what country? Most of Indonesian ppl speaking bahasa, aren’t we? Bukannya tujuan kita memasukkan anak ke sekolah salah satunya untuk beradaptasi? kalau mereka nantinya hendak hidup di indonesia? Bukannya bahasa indonesialah yang harus mereka kuasai terlebih dulu dibandingkan bahasa-bahasa yang lain ? okeh, jika someday teman-teman ini akan bersekolah di luar negeri, tapi bukannya tugas mereka untuk membangun bangsa? Sehingga nantinya mereka harus return to this country and build this country and all of that would be done in bahasa ? apakah standar kemajuan suatu bangsa dengan penguasaan bahasa inggris ? mandarin? Arab ? bukannya jepang sangat bangga dengan bahasanya? Dan mereka can build their country too right? Berarti masalah utamanya bukan di bahasa dong?
About character building….gimana bisa membangun karakter yang baik dari seorang anak kalau yang mengajarkannya, sang guru, belum memiliki karakter yang cukup baik ? bagaimana pula mengajarkan karakter yang baik dan kuat pada anak kalau orangtua merasa tidak percaya pada sang pendidik ? isu dasarnya yang saling percaya itu tidak ada… lalu bagaimana mengharapkan karakter yang kuat dan percaya diri tapi di sisi lain saling sayang dan mengasihi dari anak muncul kalau bawaannya curigaaaa terus, kompetisiiii terus, sisi akademis melulu….
Bagaimana bisa bhinneka tunggal ika? Kalau anak bermata besar tidak pernah dikenalkan dengan anak yang bermata sipit, kalau anak sehat tidak pernah berteman dengan anak yang sakit?
Ranah itu makin lama makin mirip film M. Night Syamalan, the village....hiii....aku serem ngebayangin akan jadi apa nantinya, the so called ”generasi penerus”....
Yang penting itu anak yang berpendidikan atau yang bersekolah ya ?
To educate children or to make children go to school?
Is it still children or they are robot now ?
Thursday, November 16, 2006
Amal maruf nahi mungkar (1)
Beberapa waktu yang lalu aku sempat menonton tayangan oprah dengan bintang tamunya pink & my favorite “dr Robin”….hehehe….acara ini lagi ngebahas betapa concernnya para bintang tamu yang hadir dengan kecenderungan yang terjadi pada remaja putri di negaranya. Isu yang mereka lempar adalah betapa remaja putrid mo ‘menjadi stupid’ karena bagi masyarakat sana itulah yang mendapat tempat, itulah yang lagi trend, yang lagi ngetop…makanya lagu yang dibahas adalah stupid girl-nya pink yang video klipnya menyindir gaya socialite cewe-cewe Hollywood. Contoh tindakan stupid, misalnya: mereka bangga kalau video mereka having sex tersebar, mereka ngetop and itu bukan lagi aib bagi mereka. Atau ada situs girl gone wild yang isinya video2 cewe-cewe yang berperilaku wild..ada loh yang kerjanya mencari cewe2 untuk difilmkan dan dia berjenis kelamin cewe juga…dia bilang buat terkenal beberapa saat mudah banget mencari cewe-cewe yang mo flashing their top without payment….atau ada juga mantan pengisi video klip klompok musik hiphop….ia menceritakan betapa tak ‘dihormatinya’ manusia berjenis kelamin wanita disana…
Sebetulnya aku agak me-relate isu yang dilemparkan oprah dengan isu porno-porno-an yang sempat marak terus belakangan ini melempem….keduanya sama2 mengkuatirkan ‘generasi penerus’ hehehe, tapi kemasannya beda....kalo yang disini, sangat gak terstruktur dan jadinya malah ribut masalah yang sebetulnya bukan inti....atau aku justru gak tahu intinya masalah ini apa ya ?
Sebetulnya aku agak me-relate isu yang dilemparkan oprah dengan isu porno-porno-an yang sempat marak terus belakangan ini melempem….keduanya sama2 mengkuatirkan ‘generasi penerus’ hehehe, tapi kemasannya beda....kalo yang disini, sangat gak terstruktur dan jadinya malah ribut masalah yang sebetulnya bukan inti....atau aku justru gak tahu intinya masalah ini apa ya ?
Amal maruf nahi mungkar (2)
Waktu yang berdekatan kemarin aku juga sempat menyaksikan ‘kuliah’ yang diberikan oleh satu orang yang dipanggil ustad, yang wajahnya sering muncul di televisi. Dia, menurut pengakuannya, tidak memiliki kekhususan kemasan isi kuliah tertentu yang hendak dipromosikan, tetapi hanya ingin menegakkan amal maruf nahi mungkar….
Tema ‘kuliah’ yg harusnya disampaikan adalah lebih beriman setelah ramadhan, dengan sasaran para orangtua siswa. Tampaknya karena acara itu diadakan di hari kerja, maka orangtua yang hadir cukup sedikit, apalagi beberapa orang lebih suka untuk datang tidak tepat pada waktunya, maka tampak lengganglah suasana di tempat acara tersebut. Pihak panitia pun mencari akal dan memanggil turun anak-anak kelas 6 untuk membuat ruangan jadi agak penuh.
Guess what? Ustad decided to talk about poligami !!!! sama sekali gak ngena di audience yang ada orangtua, siswa dan guru….oke, katanya ia ingin membahas ttg keluarga, nope…sampai hampir setengah acara (batas toleransi pendengaranku hehehe….) ia masih saja mencoba membahas ttg isu poligami….melontarkan jokes-jokes ttg orang (bukannya katanya kita tdk boleh ngomongin orang pak ? apalagi kelemahannya, kejelekannya ?) dan yang membuatku sedih adalah ia mengatakan bahwa ia tidak bisa ngomong di depan anak2 sehingga anak-anak setelah dapat makanan diminta untuk meninggalkan ruangan…please deh…
Pihak panitia pun tidak meminta maaf pada anak-anak itu setelah acara selesai…. Percaya deh, anak-anak itu gak minta makanannya, mereka pengen juga kok dengerin obrolannya, tapi ya gak masuk aja dengan mereka....dengan tema seluas itu, mengapa tidak menyesuaikan diri dengan bekal satu al quran untuk dibagikan kepada semua audience yang ada di situ...bukannya amal maruf nahi mungkar juga saling mengingatkan? Gak bicara ttg poligami thok kan ?
Ah....
Tema ‘kuliah’ yg harusnya disampaikan adalah lebih beriman setelah ramadhan, dengan sasaran para orangtua siswa. Tampaknya karena acara itu diadakan di hari kerja, maka orangtua yang hadir cukup sedikit, apalagi beberapa orang lebih suka untuk datang tidak tepat pada waktunya, maka tampak lengganglah suasana di tempat acara tersebut. Pihak panitia pun mencari akal dan memanggil turun anak-anak kelas 6 untuk membuat ruangan jadi agak penuh.
Guess what? Ustad decided to talk about poligami !!!! sama sekali gak ngena di audience yang ada orangtua, siswa dan guru….oke, katanya ia ingin membahas ttg keluarga, nope…sampai hampir setengah acara (batas toleransi pendengaranku hehehe….) ia masih saja mencoba membahas ttg isu poligami….melontarkan jokes-jokes ttg orang (bukannya katanya kita tdk boleh ngomongin orang pak ? apalagi kelemahannya, kejelekannya ?) dan yang membuatku sedih adalah ia mengatakan bahwa ia tidak bisa ngomong di depan anak2 sehingga anak-anak setelah dapat makanan diminta untuk meninggalkan ruangan…please deh…
Pihak panitia pun tidak meminta maaf pada anak-anak itu setelah acara selesai…. Percaya deh, anak-anak itu gak minta makanannya, mereka pengen juga kok dengerin obrolannya, tapi ya gak masuk aja dengan mereka....dengan tema seluas itu, mengapa tidak menyesuaikan diri dengan bekal satu al quran untuk dibagikan kepada semua audience yang ada di situ...bukannya amal maruf nahi mungkar juga saling mengingatkan? Gak bicara ttg poligami thok kan ?
Ah....
Amal maruf nahi mungkar (3)
Aku menyaksikan kedzaliman...
setidaknya menurut persepsi pandangku
aku tidak punya kuasa untuk melawan itu
sehingga yang kulakukan
hanya mendengar curhatan dari pihak yang terdzalimi
AARGHHH
Ini membuatku frustasi
What should I do ?????
setidaknya menurut persepsi pandangku
aku tidak punya kuasa untuk melawan itu
sehingga yang kulakukan
hanya mendengar curhatan dari pihak yang terdzalimi
AARGHHH
Ini membuatku frustasi
What should I do ?????
Saturday, November 11, 2006
Entah
Entah mengapa, aku tak berdaya
Waktu kau bisikkan, “jangan aku kau tinggalkan”
Tak tau dimana, ada getar terasa
Waktu kau katakan, ”ku butuh dekat denganmu”
Seperti biasa aku diam tak bicara
Hanya mampu pandangi bibir tipismu yang menarik
Seperti biasa aku tak sanggup berjanji
Hanya mampu katakan aku cinta kau saat ini
Entah esok hari
Entah lusa nanti
Entah
Sungguh mati, perempuanku
Aku tak mampu beri sayang yang cantik
Seperti kisah cinta di dalam komik
Sungguh mati, perempuanku
Buang saja angan-angan itu
Lalu cepat peluk aku
Lanjutkan saja langkah kita
Rasalah...rasalah... apa yang terasa
Apa yang terasa
Apa yang terasa
Ada dua lagu yang mengingatkanku pada seseorang. Salah satunya lagu ini. Hampir setiap lirik lagu ini menggambarkan dirinya, ketika ia ’merasa’ menyukai seseorang, maka ia bertingkah laku mirip dengan kata-kata di lagu ini.
Aku juga gak tahu kenapa tiba-tiba jadi mendengarkan lagu ini, mungkin aku sedang kangen dengan salah satu temanku yang penggemar iwan fals... mungkin pula aku marah dengan lirik lagu ini ...mungkin juga aku biasa aja, kebetulan kedengaran lagu ini....
Ah, andai kata bisa berlaku se-’entah’ itu...
Hihihi....
kayaknya aku terlalu serius menanggapi segala sesuatu yang terjadi di sekitarku,
terkadang bahkan juga ikutan serius menanggapi segala sesuatu yang tidak langsung
berkaitan denganku.
Waktu kau bisikkan, “jangan aku kau tinggalkan”
Tak tau dimana, ada getar terasa
Waktu kau katakan, ”ku butuh dekat denganmu”
Seperti biasa aku diam tak bicara
Hanya mampu pandangi bibir tipismu yang menarik
Seperti biasa aku tak sanggup berjanji
Hanya mampu katakan aku cinta kau saat ini
Entah esok hari
Entah lusa nanti
Entah
Sungguh mati, perempuanku
Aku tak mampu beri sayang yang cantik
Seperti kisah cinta di dalam komik
Sungguh mati, perempuanku
Buang saja angan-angan itu
Lalu cepat peluk aku
Lanjutkan saja langkah kita
Rasalah...rasalah... apa yang terasa
Apa yang terasa
Apa yang terasa
Ada dua lagu yang mengingatkanku pada seseorang. Salah satunya lagu ini. Hampir setiap lirik lagu ini menggambarkan dirinya, ketika ia ’merasa’ menyukai seseorang, maka ia bertingkah laku mirip dengan kata-kata di lagu ini.
Aku juga gak tahu kenapa tiba-tiba jadi mendengarkan lagu ini, mungkin aku sedang kangen dengan salah satu temanku yang penggemar iwan fals... mungkin pula aku marah dengan lirik lagu ini ...mungkin juga aku biasa aja, kebetulan kedengaran lagu ini....
Ah, andai kata bisa berlaku se-’entah’ itu...
Hihihi....
kayaknya aku terlalu serius menanggapi segala sesuatu yang terjadi di sekitarku,
terkadang bahkan juga ikutan serius menanggapi segala sesuatu yang tidak langsung
berkaitan denganku.
Friday, November 10, 2006
Untukmu Ibu
Akhir-akhir ini aku bertemu dengan sahabat-sahabat baruku.
Mereka semua sahabat cilik yang ternyata kehilangan mercusuarnya.
”Mama”
mereka itu memanggil sebutan istimewa yang dihadiahkan tuhan untukmu kepada orang-orang lain selain-mu.
Bagi mereka, dirimu tak lebih sekedar sosok yang melahirkan mereka saja
Tanpa merawat dan mengasihi mereka.
Duhai mothers,
Tahu tidak kalau saat ini perkembangan mereka masih seperti berjalan di tempat?
Tahu tidak kalau kemarin ia belajar memukul temannya?
Tahu tidak menurut bu/pa guru, mereka sudah bisa melakukan apa ?
Tahu tidak kalau kemarin mereka sedang bersedih?
Mothers,
Not everybody entitle to be called mothers,
So it means you are special to be able to bring a child in this world
Engkaulah yang melanjutkan benang ketulusan cinta di dunia
Pastilah engkau dicintai oleh sang maha pencinta
Tapi…
Tentulah sang pemberi hadiah ingin agar hadiahnya dirawat
Agar kepercayaannya tidak kau sia-siakan
Tentulah ia sangat mencintaimu
Tolong, balaslah cintanya
Secara langsung tanpa diwakili
Bersabarlah....
Bukankah kau diingatkan untuk bersabar ?
Mothers,
Yang instant itu hanyalah produk mie atau susu atau beberapa produk lain
Yang kau bawa ke dunia ini jauh lebih berharga dari produk-produk tersebut
Maka ’cara mematangkannya’ juga tidak dapat instant
Sehingga ’rasanya’ akan jauh lebih berharga dibanding segala sesuatu yang instant
Bahkan sampai dirimu tidak lagi hadir di dunia ini, mereka dapat terus memberi manfaat bagimu
Dear mothers,
Jangan ’buang’ hartamu yang paling berharga itu....
Pleaseee...
PS:
mommy, happy birthday
I hope Allah will guide us in everything we do…
Love you so much
Thursday, October 26, 2006
Ulat dan Kupu-kupu
Wataru Matsura (co 16 th) : kau lihat apa ?
Keiko Komiya (ce, yang sama wataru 1 SD & SMP tp cm 1 x bareng di 1 kelas) : ada kupu-kupu terperangkap di sarang laba-laba
Wataru matsura : kau takut laba-laba ?
Keiko komiya : nggak
Wataru : kalau begitu tolong saja
Keiko : kenapa ?
Wataru : kasihan kan
Keiko : oh ya ? bisa jadi laba-laba itu belum makan berhari-hari dan akhirnya sekarang dia dapat makanan
Wataru : biasanya cewek lebih berpihak pada kupu-kupu
Keiko: oh ya? Kalau begitu bagaimana kalau yang terperangkap itu ulat yang belum jadi kupu-kupu
Wataru : ng?..emm, sepertinya sulit menolongnya
Keiko : padahal keduanya sama, tapi ternyata harus cantik supaya ditolong
(taken from: Pemberhentian - Adachi mitsuru, Short Program vol 2, elex media komputindo)
after ied
gak asik d, nontonin tipi, apalagi beritanya...smua ceritanya yang diutarakan sedih, semua yang 'direpotase'kan adalah berita yg menyedihkan...bahkan cara reportase dan investigasi sang pekerja media juga menyedihkan..tidak ada niat sama sekali untuk menggali masalah atau berusaha membantu cari solusi (which, maybe not their problem ya...hehehe) yang mereka ingin bentuk adalah opini yg menyalahkan salah satu pihak...salah satu bentuk yang un-democratic...for me....makin kejam (bukan tajam, menurutku) makin senang dan berasa sukseslah sang pekerja media itu...ah...
berita kedua...seneng deh, idul fitri kali ini rumahku dikunjungi ponakan-ponakan kecilku yang lucu-lucu dan pinter-pinter....alhamdulillah, mereka juga berasa di rumah sendiri....ponakan-ponakan ini jadi istimewa karena mereka juaraaaang banget mampir ke rumah, sekalian membahagiakan nyokap-bokap karena mungkin mereka pengen banget ketemu cucu (maaf banget ya ma...pa...), xie2 guys (^_^)
berita ketiga...setelah tgl merah kemarin, tlp rumahku berdering dan berceritalah seorang ibu ttg masalah yg menimpa keluarganya...ah, back to work again far...alhamdulillah...bertemu kembali dengan sahabat-sahabat baru dan guru-guru kehidupan baru, yang mau dengan baik hati membagi masalah mereka denganku untuk sama-sama belajar bersamaku menjadi manusia yg lebih baik lagi...
last but not least (basi banget kata-kata ini...hihihi) janjiku pada diriku adalah untuk menjaga tiap kata yang keluar dari seluruh diriku. Belajar untuk mempertanggungjawabkannya...belajar untuk menghargai orang lain yang mendengarkannya, membacanya, merasakannya...
berita kedua...seneng deh, idul fitri kali ini rumahku dikunjungi ponakan-ponakan kecilku yang lucu-lucu dan pinter-pinter....alhamdulillah, mereka juga berasa di rumah sendiri....ponakan-ponakan ini jadi istimewa karena mereka juaraaaang banget mampir ke rumah, sekalian membahagiakan nyokap-bokap karena mungkin mereka pengen banget ketemu cucu (maaf banget ya ma...pa...), xie2 guys (^_^)
berita ketiga...setelah tgl merah kemarin, tlp rumahku berdering dan berceritalah seorang ibu ttg masalah yg menimpa keluarganya...ah, back to work again far...alhamdulillah...bertemu kembali dengan sahabat-sahabat baru dan guru-guru kehidupan baru, yang mau dengan baik hati membagi masalah mereka denganku untuk sama-sama belajar bersamaku menjadi manusia yg lebih baik lagi...
last but not least (basi banget kata-kata ini...hihihi) janjiku pada diriku adalah untuk menjaga tiap kata yang keluar dari seluruh diriku. Belajar untuk mempertanggungjawabkannya...belajar untuk menghargai orang lain yang mendengarkannya, membacanya, merasakannya...
selamat idul fitri, minal aidin wal faizin
Tuesday, October 10, 2006
PENELITI TANPA HASIL PENELITIAN
hihihi...
posting lagi nih..
karena tampaknya g mo libur nge-net sesaat...
tadi sempat ngebaca suatu artikel dan si penulis artikelnya membubuhkan identitas diri sebagai ketua tim peneliti dari sebuah institut...
kadang-kadang aku suka nyengir-nyengir gak jelas kalo abis baca identitas penulis
apalagi yang menyebut dirinya sebagai peneliti...
coz sometimes, what he/she wrote gak menyebutkan sama sekali hasil penelitiannya
tapi just personal opinion on something...
then, why not just mention who you are without the researcher 'thing' under your own name ?
lagian, aku suka bingung, hasil penelitian kok gak pernah di publish ya ?
atau aku selalu mencari di tempat yang salah ?
harusnya publishing penelitian itu dimana sih ?
kok di koran ga ada ya ?
posting lagi nih..
karena tampaknya g mo libur nge-net sesaat...
tadi sempat ngebaca suatu artikel dan si penulis artikelnya membubuhkan identitas diri sebagai ketua tim peneliti dari sebuah institut...
kadang-kadang aku suka nyengir-nyengir gak jelas kalo abis baca identitas penulis
apalagi yang menyebut dirinya sebagai peneliti...
coz sometimes, what he/she wrote gak menyebutkan sama sekali hasil penelitiannya
tapi just personal opinion on something...
then, why not just mention who you are without the researcher 'thing' under your own name ?
lagian, aku suka bingung, hasil penelitian kok gak pernah di publish ya ?
atau aku selalu mencari di tempat yang salah ?
harusnya publishing penelitian itu dimana sih ?
kok di koran ga ada ya ?
Subscribe to:
Posts (Atom)