Saturday, April 28, 2007

lagi pengen...

Pokoknya aku pengen liburan !!!!
Away from all this report....yang bikin repot
Menjauh ‘sebentar’ (lama juga gak terlalu keberatan sih, eh agak kberatan deh, i actually enjoy writing report, i just dont like the deadline...hihihi)
Dari masalah-masalah orang lain
Yang terkadang gak jelas maunya apa
Jadi..I’m waiting foward this June...
Saat sekolah libur..saat diriku recharge energi
Hehehe...(cant stop smiling imagining it)
Alternatif:
  1. pengen jalan-jalan ke bandung, tapi gak mau jalan2 ke FO…maunya ke tempat-tempat kayak lembang, ciater…(ciater itu dibandung bukan ya ?)
  2. muterin musium di jakarta (kangen sama tmii, kebun binatang (which I know is not ‘museum’) hehehe, ke ancol (gelanggang samudra), ke museum yg belum pernah didatengin kayak museum proklamasi, museum tekstil….kebayang deh, panasnya di jalan muterin jakarta
  3. jalan2 di bogor…kangen sama kebun rayanya, pengen juga ke puncak, ke taman safari... kangen euy..pengen tahu juga kebun bunga cibodas...
  4. jalan-jalan di bangka...
  5. di rumah, kejar tayang dvd2 yang belum ditonton…hehehe…heroes, I’m coming ! k-drama, j-dorama…ah, I’ll be there !

Monday, April 23, 2007

Kartini...

Heran deh, hari kartini itu kenapa identik dengan kebaya atau baju daerah atau kegiatan perempuan ’perkasa’ ya ?
Bukannya awal dari ibu kartini ’dinobatkan’ jadi pahlawan adalah karena ia merintis sekolah/pendidikan untuk kaum wanita ?
Kenapa sedikit/minim banget sih ’perayaan’ hari kartini berkaitan dengan kegiatan pendidikan?
Daripada upacara atau lomba rias, mengapa tidak datang ke daerah-daerah terpencil/tersudut untuk memastikan anak-anak sekolah (gak usah cewek dulu deh, anak laki-laki aja masih banyak yang belum dapat kesempatan sekolah)
Daripada memberitakan wanita yang melakukan berbagai pekerjaan pria, mengapa tidak meliput anak-anak jalanan atau daerah yang tertimpa banjir yang sulit mendapatkan pendidikan atau membicarakan general mengenai pendidikan ?
Mengapa tidak ada penggalangan dana untuk membantu biaya pendidikan atau perbaikan sarana/prasarana sekolah ?
Mengapa jarang yang mau bekerja jadi tenaga sukarela pendidikan ?
Ah....

Saturday, April 21, 2007

bodoh

Kalau hidup ini sebuah sekolah
Sudah sejauh manakah aku belajar?
Sudah ada di kelas berapakah diriku?

kalau ada batasan yang jelas
dari semua hal yang terbaca jelas
hhhh....

Tuesday, April 17, 2007

TAHU

ah...
betapa aku makin tidak tahu apa-apa
sekian lamanya aku hidup
apakah pengetahuanku bertambah ?
rasanya kok makin dibukakan mata lebar-lebar
bahwa betul-betul
aku tidak tahu apa-apa
soal pekerjaan ?
aku justru makin merasa tidak tahu apa-apa
dengan bertambahnya kasus yang datang
soal cinta?
aku lebih-lebih tidak tahu apapun
buta
soal keluarga?
sama saja
MAKANYA FARAH, CARI TAHU !!!!!

Thursday, March 15, 2007

RESE !

Melihat masih banyak orang yang naik di atas gerbong kereta
Membuatku gemes banget, apa kurang ya kecelakaan yang sudah terjadi ?
Melihat banyak orang yang belum pakai helm kalau naik motor,
Melihat anak kecil justru yang paling tidak terlindungi ketika naik kendaraan bermotor...
Melihat supir bus yang seakan gak inget lagi diamanati mengangkut puluhan orang di kendaraan yang dikemudikannya...
Orang indonesia suka merasa sakti kah ?
Atau harus tersentil berkali-kali ?
Aku juga bingung dengan pernyataan di koran2
Bahwa perlunya pemeriksaan psikotes untuk anggota polisi..
Lha..bukannya selama ini selalu ada itu ?
Berarti yang perlu bukan pemeriksaannya, tapi what next bukan ?
Seberapa akurat sih pemeriksaan yang dilakukan itu ?
Ada tidak follow up, evaluasi, dst...
Kalo Cuma perlu pemeriksaan psikotes (which I believe not the right language), yah, judulnya mah akan Cuma berakhir menjadi proyekan2 biro-biro….atau divisi aja…
Ini juga berlaku umum untuk berbagai hal yang ‘mengidolakan’ sesuatu yang dikasih judul psikotes…
Are we really intended to fit the right ppl on the right plc ?

(what matters to me is me, me, and me and I’m always right)

Sunday, March 11, 2007

ada orang lain

Ada satu tulisan Pak M. Ainun Nadjib yang sedang jadi ‘cermin’ku…
Tuhan itu begitu hebat, entah berapa persen karunianya yang diberikan pada Pak Ainun dan sekian banyak mahluk ciptaannya yang lain, begitu rahman dan rahim-nya…
Tak ada alasan untuk membelakanginya…

Cuplikannya:
RW Kesedihan RT Kebuntuan

Kalau kita sudah berada di pinggir sungai, atau apalagi sudah terlanjur memasukkan kaki ke tepiannya, kayaknya harus kita perjelas apa niat kita yang sebenarnya. Apakah kita memang akan menyebrangi sungai, ataukah sekedar mau bermain-main air di tepian sungai. Kalau mau menyebrangi sungai, sebaiknya kita pilih apakah akan kita gunakan perahu, jembatan, gethek, ataukah kita akan melompat untuk sampai ke seberang sungai. Kita juga harus perhitungkan berapa lebar dan berapa dalam sungai, apa kendala dan tantangan ketika menyebrangi sungai, dan seterusnya.

Kalau ketentuan dan pilihan itu tidak kita lakukan, sebaiknya kita niati saja bermain-main air, sekedar untuk belajar berenang dan mengendalikan perahu. Jangan sampai orang-orang di sekitar sungai menyangka kita akan benar-benar menyebrang dan menanti-nanti kapan kita benar-benar tiba di seberang sungai. Orang-orang itu bertempat tinggal di kampung kekecewaan, di RW kesedihan, dan mungkin juga di RT kebuntuan. Kalau bisa jangan lagi kita tambahi KTP mereka dengan Rumah Keputusasaan. (EAN/1999).


Ah...kita seringkali lupa mempertimbangkan bahwa ada orang lain yang terkena imbas dalam segala tindakan yang kita ambil/buat....

Thursday, March 08, 2007

SAYANGI DIRI

dari semua kejadian yang menghiasi negara tercinta ini
betapa banyak orang yang sebetulnya tidak mencintai diri sendiri
love your body doesnt always mean u have to be skinny
protect your body:
- pake helm kalau naik motor
- pake seatbelt kalau naik mobil
- jangan naik di atas atap kereta klo naik KRL
- jangan boleh naik kendaraan bermotor kalau belum cukup usia
- jangan maksa klo hatimu bicara "bukan dia orangnya!"
- jangan hidup dalam mimpi klo jelas-jelas orang yang kamu harapkan hanya used u sebagai 'pemain cadangan'

CINTA TIDAK PERNAH MENYAKITKAN
CINTA DELIBERATE AND MAKE YOU HAPPY
AND THINK ABOUT OTHERS
COZ THEY HAVE FEELING TOO

Friday, March 02, 2007

yang terlewati

Ranti:
happy bday to you2x...happy bday dear farah....happy bday to you...(bacanya harus sambil nyanyi!!)
selamat ya say! Semoga selalu sehat dan makin sukses dalam hidup

Devi:
happy b'day ya far...be happy today n everyday of yr life... :)

Yani:
neng nday rambutnya kebakar, gara2 manggang pepes & ikan kerapu, hepi bday ya far. may your wishes come true :)

Adhi:
met pagi sochan, blm mandi ya..kan hari libur hehe. met ultah aja smg btmbah berkah hidupnya mnjd lbh baik dan cpt dpt jodoh ya.. amien

odi:
Happy birthday 2 ka pipit..wish u all d best for now n future..

Fitri:
Faraaahh.Happy birthday!! Smg tercapai segala cita2 n sukses selalu. I miss U :)

Amel:
Far..met ultah ya..smg tambah sukses di kerja,cinta n keluarga n sehat2 sll :)

Lita:
happy birthday,mb sayang. Smoga hal2 baek tjd tiap hari..Amin

+6281574011xx:
kamu ultah hari ini ya ? Selamat far ya..sukses selalu untukmu

Ale:
farah..slmt ulang taun..smoga tambah banyak rejeki, slalu bahagia, dan dilimpahi berkah Allah..amien.. :)

Buffa:
Far, met ultah ya :)

Ani:
Hepy bday..farah. Ngapain aja nich ultahnya? smg diberi nikmat sehat, rezky & jodoh yach..kangen d.c u soon

pricyla:
today, be aware of how you are spending your 1440 beautiful moments, and spend them wisely. HAPPY BIRTHDAY to you...

Lila:
Happy birthday to you.. Mesq tlt ingin rasanya aq trt bahagia di hr jd mu dg seuntai doa yg kupanjatkan untukmu brhrp agr km sht sll.dipermdhkan dlm sgla ursn.dikblkn smw yg dimnta,bhgia n manfaat dunia akhrt. amin..maaf hny ini yg dpt aq bri, aq brhrp qta msh ttp slg mengingatkan, thanx for all

+62818699xxx:
farah apakbr? Selamat ulang thn yak, duh maaf telat hehe...mga panjng umur, dilapangkan rizki, karirx sukses dan dapat suami yg sholeh..amin3x

Ibu Mayke:
Farah, Selamat ultah ya. Sukses n happy.

Mini:
happy birthday, dear! Smg apa yg diinginkn hatimu cpt tcapai. Carpe diem, Far!!!

And all the beautiful greetings and thought and prayer that sent by talking to me in person and in phone....widya, dewi, and all my family, mau2, pau2, dai2, i gati...

TERIMA KASIH

Thursday, February 22, 2007

mimpi

heran,
kenapa sih lebih senang berada dalam mimpi
padahal realita itu lebih mudah loh, lebih jelas 'pakem2'nya
padahal udah tau mimpi itu pake usaha
harus tidur dulu dan harus beruntung
kalo dah tidur tapi dikasih mimpi buruk kan gak beruntung toh
hehehe
kalau realita itu, bisa minta tolong ke bentuk nyata kalo butuh
kalau mimpi, minta tolong ke sapa ?
PLAK !
BANGUN FAR !

Sunday, February 04, 2007

ingat

kemarin aku seperti tersadarkan
aku kan selalu mengeluh
karena merasa semua orang selalu mengenaliku sebagai seseorang yang punya judul "P"
yang bisa membantu mereka solving their problems
ternyata aku punya sumbangan besar untuk itu
aku memperlakukan teman-temanku sebagai orang yang 'berobat jalan'
(sombongnya diriku! astagfirullah)
jadinya gak heran mereka selalu menganggap diriku sebagai P bukan F the whole...
(apa toh ini?hehehe)
mulai sekarang harus berubah soal memperlakukan orang lain
memperlakukan teman, ya sebagai teman-lah
not more...
as their wish
hehehe...
ganbatte !

Sunday, January 28, 2007

untuk semua sahabat

Terimakasih ya teman,
Karena merendah dengan meminta saranku
Atas apapun yang sedang kalian alami
Karena
Dengan so tau memberi saran pada kalian
Aku pun mengingatkan diri sendiri
Untuk mendengarkan dan melaksanakan apa yang aku sarankan
Terimakasih ya teman,
Karena meninggalkanku pada saat yang tepat
Sehingga aku tidak jadi manja
Dan belajar untuk menemukan kekuatan diri
Serta strategi penyelesaian masalah
Terimakasih ya teman,
Karena mau menjadi saudara-saudara baruku
Yang masih memberi kabar
Dan menawarkan bantuan
Mengingatkanku
Untuk selalu membasahi bibir
Dengan ucapan terimakasih
Alhamdulillah
Atas semua yang terjadi

Saturday, January 27, 2007

buka pintu


Terimakasih
Karena telah membuka pintuku
Untuk melihat suatu hal yang sangat indah
Mengetahui pasti bahwa
”God works in a mysterious way”
Really is…mysterious…
Mengangkat daguku ketika menunduk pada hal remeh temeh
Dan lupa mendongakkan wajah pada apa yang terpampar di hadapan
Bahwa tidak perlu menyingkirkan batu sandungan
Ketika kamu sedang terbang
(^_^)v

Saturday, January 20, 2007

dEmI WaKtU

Aku termasuk orang yang kaku untuk beberapa hal
salah satunya tentang ketepatan waktu ketika berjanji
karena dengan menepatinya artinya kamu menghargai orang yang menjadi partner janjianmu
Dan dengan mengulur waktu artinya kamu tidak menghargai orang tersebut
orang-orang yang tidak menghargai orang lain
ku anggap sombong
karena mereka merasa diri mereka diatas yang lain
sehingga orang harus memaklumi mereka
kecuali ada alasan yang logis tentang hal tersebut dan ada pemberitahuan sebelumnya
tentang waktu 'karet' (kenapa ya di kasih nama karet ?) ini paling sering dialami saat menunggu wawancara...
aku juga ikut melakukan hal ini karena admin tempatku bekerja menganggap waktu orangtua calon siswa tidak cukup berharga sehingga untuk waktu wawancara 2 calon siswa dijadikan satu...
aku sudah mengingatkannya dan ini jadi evaluasiku sehingga mudah2an di waktu lain hal ini pasti jadi perhatian seriusku
ah, kesombonganku..astagfirullah..saat memperbaiki diri
lalu, aku pun ditegur karena mengalami hal yang sama
ada suatu tawaran pekerjaan dimana aku harus datang wawancara
dan disurat tertera jam 9 sampai selesai...
jam 9.15 salah satu pewawancara mengatakan bahwa yang akan mewawancaraiku (orang lain) sedang melakukan sholat...(hei...!!!!)
jam 9.30 sang pwwcr yg sama mengatakan bahwa salah satu lainnya yang akan mewawancaraiku masih di perjalanan dan tidak bisa di prediksi sampai di tempat jam berapa
HELLOOOO !!!!!
Aku kecewa berat....
tapi juga belajar banyak
bahwa kita ternyata orang-orang yang sombong
ah

Thursday, January 04, 2007

karakter

Beberapa hari lalu aku sempat nonton oprah. Ada kata yang masih tergiang-ngiang sampai detik ini, yang intinya bahwa karakter itu dibentuk lewat pengalaman, gak pernah lewat yang lainnya...trus kalau kita berbuat salah, itu artinya your life is all through but not over...u learn by that mistakes and move on....

Aku jadi berpikir dengan sekian banyaknya sekolah ’menjual’ kemasan materi character building, bagaimana bisa itu tidak diajarkan secara kontinu ? bagaimana mungkin siswa belajar hanya lewat pelajaran yang maksimal 2 jam dalam 1 minggu ( @+ 45 mnt) ? bagaimana karakter diharapkan dapat menetap tanpa mereka mengalami langsung bagaimana harus jujur? Bagaimana harus berpikir kritis? Bagaimana harus hormat pada orangtua? Dan bagaimana-bagaimana lainnya....

Contoh simple deh, gimana bisa bertoleransi atau tenggang rasa kalau gak pernah dikenalkan dengan berbagai jenis manusia yang ada di lingkungan tempat tinggalnya ? bagaimana bisa mandiri kalau field trip justru pakai acara naik trans yang tidak melewati jalanan di sekolahnya dan lingkungan rumah ? bagaimana coba ?

Aku juga salah satu yang mengganggap harusnya sekolah dengan embel2 agama di namanya tidak usah ada...negara ini adalah negara yang punya motto bhinneka tunggal ika, mengapa tidak mengedepankan hal tersebut ? dengan masing-masing anak diajarkan agamanya sendiri tanpa harus berbenturan satu sama lain ?

Buatku doa-doa yang diajarkan di sekolah untuk level anak prasekolah harusnya tidak umum, tapi mereka diajarkan berdoa menurut agamanya masing-masing: misalnya si agama islam diajarkan doa menurut agamanya, agama kristen dengan gerakan tangan yang berbeda pula, dan seterusnya...biar mereka mengerti bahwa teman mereka akan tetap mengasyikkan meskipun punya cara yang beda dalam berdoa....

Ah, terkadang aku mimpi aku punya keberanian untuk pergi ke daerah, belajar bahasa lokal lalu menjalankan kurikulumku...

Aku juga mimpi aku punya uang untuk studi banding di negara jepang tentang pendidikan pra-sekolah mereka...kenapa jepang ? karena aku melihat kurikulum salah satu negara asia yang banyak diidolakan di indonesia sangat ’robotic’ lagipula jepang lah yang menelurkan buku totto-chan ! hehehe....

Oh ya, aku juga sempat menanyakan salah satu temanku yang sangat ku kagumi tentang pemikirannya akan beberapa hal yang jadi pikiranku akhir-akhir ini, berkaitan dengan karakter itu: perlukah kelas akselerasi ? aku bertanya hal yang sama pada beberapa temanku yang lain, dengan jawaban yang beragam, dengan argumentasi yang beragam pula. Aku pribadi lebih suka kalau kelas ini gak usah ada...hehehe, bukan berarti membiarkan orang-orang hebat ini terlunta-lunta di kelasnya, tapi bisa dong dibuatkan program ’helping each other’ di kelas ? anak yang pintar di matematika misalnya membantu temannya yang kurang bisa matematika, toh siapa tahu temannya yang kurang pandai matematika ini dapat membantu dirinya yang pandai matematika di pelajaran lain: misalnya dalam pelajaran prakarya...? why not ? lagian tatalaksananya carut marut kali kelas aksel ini.....

Hal lain: tentang homeschooling...hehehe, buatku: again, sekolah is not just a place to study several subject...it’s a place to study many things that goes beyond text book...life-skill perharps, u best learn at school...i too, against this kind of schooling...

Ah, pendidikan….satu-satunya yang membuatku ingin menjadi bagian dari satu menara gading yg disebut pegawai negeri di depdiknas…hihihi….

Someone told me, several days ago, that I’m not going to be a psychologist with many patient/client…coz for me, it tooks so much more to be able to bring out good in people…you just don’t diagnose quickly by several symptoms only and give out general recommendation…I strongly believe that ppl are uniqely built and u have to meet them several times to be able to decribe the near precisely description about what happen to them…and it took more than willingness to start the treatment or life changing style…it took courage and patient…

Ah, aku selalu diledek idealis…hiks….
Aku hanya takut tak mampu mempertanggungjawabkan apa yang aku buat
Apa yang aku ucap
Apa yang aku kerjakan…
….

Monday, December 25, 2006

BECOMING

Aku sempat semalam berada di dalam kemah yang penuh dengan air
Dengan kondisi tubuh yang mengigil
Bagaimana dengan mereka yang harus berada di dalam tenda pengungsian
Sekian lama tanpa tahu kapan waktu mereka dapat kembali menikmati hak-nya
Betapa mahalnya perlindungan alam yang disia-siakan

Aku sempat merasa sangat sakit
Ketika ketidakberdayaan menimpaku dan aku membutuhkan bantuan oranglain
Betapa sedihnya diriku melihat mata kuatir orang-orang terdekatku
Dan terganggunya jadwal mereka untuk mengurusku
Betapa mahalnya kesehatan yang seringkali dianggap angin lalu

Aku sempat merasa begitu tua
Ketika ternyata aku tak lagi kuat melakukan apa yang biasa ku lakukan dulu
Ketika jam tubuhku tidak lagi berdetak sepasti dulu
Betapa mahalnya waktu yang sering terisi dengan kesia-siaan

Aku sempat merasa seperti iblis
Yang tak mau menurut tuhan untuk bersujud pada adam
Ketika aku merasa nabi muhammad saw tak lebih dari kita manusia
Siapa aku, yang merasa lebih tahu daripada tuhan ?
Betapa mahalnya rasa menjadi seorang manusia

Penghujung tahun

Aku belajar, untuk selalu bersyukur akan setiap kejadian dalam hidupku
Ketika aku selalu bersedih atau mengeluh,
Saat itu pula aku didengarkan atau diperlihatkan kisah-kisah orang lain
Dengan masalah mereka masing-masing
Dengan sikap mereka dalam menghadapi masalahnya tersebut.

Aku belajar, untuk selalu mempertanggungjawabkan setiap kata-ku
Ketika aku merasa begitu kecewa
Saat orang-orang yang meremehkan kata-kata yang mereka ucapkan
Saat merasa mereka dengan mudah meminta maaf
Lalu merasa begitu marah, ketika mereka berada di posisi yang sama denganku
Saat kata dikhianati

Aku belajar, untuk menghargai diriku sendiri
Ketika aku melihat betapa orang lain begitu menghargai ornamen
Ketika aku mendengar apa yang terucap begitu jauh dari apa yang tertampilkan
Ketika aku ditunjukkan orang-orang yang begitu bangga dengan keberadaan dirinya
Ketika ada orang-orang yang begitu indah menyampaikan arti berbagi

Aku belajar, untuk selalu berbagi
Mengingat tak ada yang kupunya adalah milikku
Mengingat semua adalah titipan
Mengingat bahwa aku ikut bertanggungjawab dengan ada ku di sini

Aku belajar, untuk membaca
Mengulang kembali yang diwajibkan tuhan
Mengembalikan diri pada fitrahnya
Yang tidak terbatas bentuk
Tidak terbatas usia
Tidak terbatas kondisi
....

Thursday, December 21, 2006

Bangsaku, apa ya?

Jadi pengen ngomongin tentang bangsa Indonesia deh.
Setelah tadi sempat nonton band cokelat yang mo nyanyi lagu indonesia raya
Yang merasa makin banyak orang yang kurang mengenal lagu kebangsaan bangsanya sendiri.
Mungkin juga setelah pulang dari surabaya (hehehe, akhirnya sampai juga di kota yang menyimpan banyak misteri untukku....hehehe)
Setelah merasa bangga sedikit dengan keluarga besarku
Yang betul-betul menggambarkan ke-bhinneka-an, mulai dari pulau sumatera sampai ke biak ! alhamdulillah, nikmat yang mana lagi yang bisa ku-dustakan....
Tetapi setelah kembali dari daerah timurnya Jawa, aku dihadapkan kembali ke dunia pekerjaanku...
Betapa sedihnya aku melihat bahwa nilai-nilai kebanggaan berbangsa Indonesia itu makin lama makin hilang.
Nilai-nilai pendidikan tidak lagi menempatkan kebangsaannya di dalam nilai yang ingin ditransfer kepada anak didiknya.
Betapa yang penting saat ini adalah menjadikan anak sehebat mungkin dalam berbagai hal akademis, sedini mungkin !
Semakin faseh ia berbahasa asing, semakin hebatlah sang anak
Semakin banyak bahasa yang dikuasainya, semakin jagolah ia
Masa ?
Buat apa dong berkoar-koar kalau aspek perkembangan manusia itu terdiri dari beberapa hal ? lupakah kita akan yang namanya aspek sosial, emosi, fisik?
Apa yang diajarkan oleh character building yang jadi salah satu jualan sekolahan mahal ? kalau sama sekali bukan membangun karakter yang peduli akan sesama saudaranya di negerinya sendiri?
Apa yang bisa diistimewakan dari sekolah yang dibiayai oleh rakyat, kalau sang fasilitator mementingkan urusan keamanan dan kenyamanan dirinya sendiri?
Bangsa kita lalu jadi bangsa yang akan jadi bagaimana ?
Dan apakah bijak kalau kita hanya mencibir?
Menyaksikan dan menyalahkan orang lain ?
UUUUUGGGGHHHHHHHHHHHHHH
Frustasi !!!!

Saturday, December 09, 2006

Jalur Mendaki

minggu lalu, aku dapat kesempatan untuk kemping...hehehe, kali ini jadi 'tambahan repot' yang diundang oleh sekolahan tempatku membuat repot....hehehe. Kempingnya gak lama, cuma semalem. Kita berangkat rame2 naik tronton kecil bareng anak2 kelas 4-6. Wuaaa....jalanan menuju tempat itu lumayan jreng, bikin perut agak berputar, lebih parah lagi karena kondisi badanku gak terlalu fit. Aku kebetulan se-bis sama anak2 cowo kelas 5 dan 4, beberapa anak sukses muntah...hehehe, padahal we're not even closed to the destination...
Lalu sampailah kita di lokasi...yang ada aku terkaget-kaget...kesan pertamaku: ini mah bukan kemping, tapi pindah tidur...wong tenda2 dah jadi dan dikelompokkan besar: ce dan co ! aku kemping cuma 2 kali, 2-2nya pas SD, pramuka...hehehe, jadi it's been so long...dan aku masih bisa inget masa2 itu, karena it's fun. Yang aku inget, dulu, tendanya per kelompok regu, bangunnya dibantuin kakak2nya, tapi kita ribet bawa tiker, lampu petromax, kompor kecil, panci, dan teman2nya...
kempingku kali ini? hehehe, makanannya catering 'bo ! bawa genset...taelaaa...
tapi yang gak enak adalah musim ujan, dan itu gak diantisipasi dengan baik oleh kakak2 pembinanya...mosok, buat tenda gak bikin parit kecil di sekelilingnya...piye toh ?
hasilnya? yah, banjirlah...akhirnya yang kemping adalah guru-gurunya, sementara anak-anaknya diungsikan ke aula...ah, kacian...
sukses banget membuat sakit beberapa guru lainnya...hehehe, tapi aku yang berat ini ikutan main flying fox...hehehe....cuma gak ikutan hiking aja...wong pas mo nyampe, udah sedikit hiking karena supir trontonnya serem ngeliat medan jalanan yang harus dilaluinya dengan membawa anak-anak akibat ia salah jalan...hehehe....
mungkin saya memang memilih untuk diturunkan dengan helikopter daripada naik tronton...hihihi...sayangnya gak sempet ke air terjun, karena jalanan mendakinya licin...
Next story, mungkin tentang perjalanan ke surabaya...hehehe

Tuesday, November 28, 2006

...

astagfirullah...
dzalimnya saya yang hanya bisa diam dan terus melaju,
ketika melihat ada korban kecelakaan tergeletak di jalan raya
karena ketakutanku pada hal-hal yang seharusnya tidak ditakuti
astagfirullah...
dzalimnya saya ketika seringkali berlaku buruk
memarahi, menegur dengan suara keras dan menganggap diri benar sendiri
dan menganggap saya lebih dari dia
padahal berkali-kali ditegaskan kita sama
yang membedakan adalah iman seseorang...
astagfirullah...
dzalimnya saya ketika hanya mampu mendengar curhat
saat ada orang yang diperlakukan tidak adil oleh orang yg berposisi
struktural organisasi di bagian atas
dan saya tidak berada langsung di dalam bagan organisasi tersebut
astagfirullah...

Saturday, November 25, 2006

Berpendidikan dan bersekolah

Aku merasa begitu tak terkendalinya banyak hal setelah era yang disebut orang sebagai reformasi. Yang jadi concern utamaku adalah bagian pendidikan anak. Bidang pendidikan seperti kehilangan pengemudi utama yang mengontrol dan menentukan arah tujuan, hendak dibawa kemana generasi ini. Kalaupun ada tujuan yang ditetapkan, sangat abstrak sekali tujuan tersebut sehingga diinterpretasikan berbeda-beda…

Buatku, mungkin anugrah yang kuasa akan semua perbedaan tersebut, tetapi seringkali yang aku lihat adalah kebablasan di sana-sini, semua merasa benar sendiri tanpa mau menerima kritikan dan mengubah beberapa kebijakannya sehingga yang terjadi carut marut, kacau balau.

Aku tidak mau ngobrolin orang lain, hanya ingin ‘membuang’ sedikit kepusinganku dalam bentuk tulisan ini dari pengalaman yang aku alami sendiri. Atas karunia Tuhan, aku diberi kesempatan untuk mengalami langsung berbagai variasi pendidikan (tapi mungkin aku baru mengalami seperenambelas-nya kali ya) yang ada di Jakarta dan Depok.

Satu hal yang jadi strategi marketing sekolahan sekarang adalah menjual “bilingual”, yang menurutku bukan lagi bilingual tapi jadi trilingual bahkan mungkin lebih. Karena selain inggris-indonesia (yang lebih menitik beratkan bahasa inggris), teman-temanku juga mendapat pendidikan bahasa arab atau mandarin…. Semakin banyak bahasa menurutku orangtua merasa anak mereka semakin hebat, walaupun para ayah-bunda mereka hanya dapat berbahasa Indonesia. What’s wrong with bahasa Indonesia ? we all live in what country? Most of Indonesian ppl speaking bahasa, aren’t we? Bukannya tujuan kita memasukkan anak ke sekolah salah satunya untuk beradaptasi? kalau mereka nantinya hendak hidup di indonesia? Bukannya bahasa indonesialah yang harus mereka kuasai terlebih dulu dibandingkan bahasa-bahasa yang lain ? okeh, jika someday teman-teman ini akan bersekolah di luar negeri, tapi bukannya tugas mereka untuk membangun bangsa? Sehingga nantinya mereka harus return to this country and build this country and all of that would be done in bahasa ? apakah standar kemajuan suatu bangsa dengan penguasaan bahasa inggris ? mandarin? Arab ? bukannya jepang sangat bangga dengan bahasanya? Dan mereka can build their country too right? Berarti masalah utamanya bukan di bahasa dong?

About character building….gimana bisa membangun karakter yang baik dari seorang anak kalau yang mengajarkannya, sang guru, belum memiliki karakter yang cukup baik ? bagaimana pula mengajarkan karakter yang baik dan kuat pada anak kalau orangtua merasa tidak percaya pada sang pendidik ? isu dasarnya yang saling percaya itu tidak ada… lalu bagaimana mengharapkan karakter yang kuat dan percaya diri tapi di sisi lain saling sayang dan mengasihi dari anak muncul kalau bawaannya curigaaaa terus, kompetisiiii terus, sisi akademis melulu….

Bagaimana bisa bhinneka tunggal ika? Kalau anak bermata besar tidak pernah dikenalkan dengan anak yang bermata sipit, kalau anak sehat tidak pernah berteman dengan anak yang sakit?

Ranah itu makin lama makin mirip film M. Night Syamalan, the village....hiii....aku serem ngebayangin akan jadi apa nantinya, the so called ”generasi penerus”....

Yang penting itu anak yang berpendidikan atau yang bersekolah ya ?

To educate children or to make children go to school?

Is it still children or they are robot now ?