lagi belajar untuk menyesuaikan diri
lagi belajar untuk beradaptasi
lagi belajar deh...
bismillah
Wednesday, December 03, 2008
h minus day
Monday, November 17, 2008
rendah diri atau hati ?
mengapa ya pengen nulis tentang rendah ?
mungkin karena aku yang memeriksa berkas laporan hasil tes siswa SMA menemukan bahwa saat ini gak beda dari tahun-tahun sebelumnya, bahwa pilihan jurusan siswa tetap mengerucut di bidang profesi yang itu-itu juga...
atau mungkin karena aku baru nonton iklan suatu departemen di televisi yang menceritakan siswa yang kegerahan...
atau mungkin aku menonton suatu infotainment yang mengkaitkan bobot istri yang melahirkan anak buah cintanya dengan suami dengan indikasi selingkuhnya suami...
bagiku, walaupun itu menyangkut kasus yang berbeda
tapi kok ya semua itu berkaitan dengan manusia
yang terlalu merendah...
mengapa siswa sma itu takut untuk masuk bidang baru yang tidak seperti kebanyakan orang ?
kemana pelajaran bahwa indonesia itu negara agraris dan bukan industri sehingga harusnya kita membangun bidang tersebut ?
mengapa reason seseorang untuk masuk ke bidang studi lanjutan gak pernah jauh-jauh dari kepentingan diri sendiri ?
Kalau bilang bahwa hal itu terlalu berlebihan dan berat untuk dipikirkan oleh anak SMA, lalu kapan lagi ? nunggu dia lulus kuliah ? gak telatkah ?
semua pokoknya sibuk ketakutan...sehingga jadi lupa ketrampilan akal sehat yang dianugrahinya...
Tentang iklan sekolah tanpa AC...hmmm....makin kecil nilai manusia yang melulu dikuasai oleh tehnologi...makin jalan sendiri-sendiri tiap bidang kehidupan...jika satu departemen mempromosikan untuk hemat energi...yang lain malah mempromosikan yang sebaliknya...begitu tidak teraturkan kehidupan ini ?
Tentang pria yang dikuatirkan selingkuh setelah istrinya bertambah bobot tubuhnya...aduuuh...segitu rendahnyakah mahluk yang bernama pria? tidakkah ada hal-hal lain yang berperan dalam sebuah pernikahan ? tidak adakah sebuah kontrol qalbu di dalam diri pria ? sudah hilangkah cinta dan digantikan dengan lust ?
Kalau terus begini, apakah tidak namanya self-fulfilling prop ?
ya sudah, kalau aku dianggap begitu, yah, aku akan berlaku seperti itu...
saking banyaknya orang yang bilang begitu, maka aku merasa yang begitu itulah yang benarnya...
mana yang benar ?
benar diri
benar orang
benar kamu
benar aku
benar massal
benar-benar deh...
mungkin karena aku yang memeriksa berkas laporan hasil tes siswa SMA menemukan bahwa saat ini gak beda dari tahun-tahun sebelumnya, bahwa pilihan jurusan siswa tetap mengerucut di bidang profesi yang itu-itu juga...
atau mungkin karena aku baru nonton iklan suatu departemen di televisi yang menceritakan siswa yang kegerahan...
atau mungkin aku menonton suatu infotainment yang mengkaitkan bobot istri yang melahirkan anak buah cintanya dengan suami dengan indikasi selingkuhnya suami...
bagiku, walaupun itu menyangkut kasus yang berbeda
tapi kok ya semua itu berkaitan dengan manusia
yang terlalu merendah...
mengapa siswa sma itu takut untuk masuk bidang baru yang tidak seperti kebanyakan orang ?
kemana pelajaran bahwa indonesia itu negara agraris dan bukan industri sehingga harusnya kita membangun bidang tersebut ?
mengapa reason seseorang untuk masuk ke bidang studi lanjutan gak pernah jauh-jauh dari kepentingan diri sendiri ?
Kalau bilang bahwa hal itu terlalu berlebihan dan berat untuk dipikirkan oleh anak SMA, lalu kapan lagi ? nunggu dia lulus kuliah ? gak telatkah ?
semua pokoknya sibuk ketakutan...sehingga jadi lupa ketrampilan akal sehat yang dianugrahinya...
Tentang iklan sekolah tanpa AC...hmmm....makin kecil nilai manusia yang melulu dikuasai oleh tehnologi...makin jalan sendiri-sendiri tiap bidang kehidupan...jika satu departemen mempromosikan untuk hemat energi...yang lain malah mempromosikan yang sebaliknya...begitu tidak teraturkan kehidupan ini ?
Tentang pria yang dikuatirkan selingkuh setelah istrinya bertambah bobot tubuhnya...aduuuh...segitu rendahnyakah mahluk yang bernama pria? tidakkah ada hal-hal lain yang berperan dalam sebuah pernikahan ? tidak adakah sebuah kontrol qalbu di dalam diri pria ? sudah hilangkah cinta dan digantikan dengan lust ?
Kalau terus begini, apakah tidak namanya self-fulfilling prop ?
ya sudah, kalau aku dianggap begitu, yah, aku akan berlaku seperti itu...
saking banyaknya orang yang bilang begitu, maka aku merasa yang begitu itulah yang benarnya...
mana yang benar ?
benar diri
benar orang
benar kamu
benar aku
benar massal
benar-benar deh...
Tuesday, October 21, 2008
menunggu
kemarin karena kecerobohan, aku menunggu di ruang tunggu sebuah dokter untuk operasi kecil
selama ini aku sangat jarang ke dokter, padahal kerjaanku berhubungan dengan dokter
dan kemarin aku menunggu cukup lama di ruang dokter tersebut karena sang dokter agak terlambat membuka prakteknya dikarenakan mengurus istrinya yang sedang di rawat di sebuah rumah sakit. dokter ini dokter yang juga dah jadi teman keluarga...
(kenapa ya ada istilah teman keluarga, kenapa gak membuatnya menjadi keluarga aja ? kenapa ada langganan keluarga tapi gak menjadikannya keluarga aja ? hehehe)
ada beberapa hal menarik buatku:
1. karena dokter itu (aku memanggilnya dengan sebutan oom) tidak pernah mempekerjakan admin atau cs untuk membuat antrian teratur, maka akhirnya pasiennya sendiri yang mengatur dirinya mengantri... hihihi....keren menurutku karena walaupun ada yang ngomel tapi disitu justru nilai2 musyawarah mufakat (taelaaa) betul terasa...ada yang bentar lagi giliran masuk, juga dipanggilkan oleh yang lain dan diberikan tempat duduk dekat pintu praktek supaya gak susah masuknya, dst...
2. Di ruang tunggu itu juga gak pernah disediakan majalah atau koran...bagus menurutku karena dengan begitu akhirnya pasien2 itu jadi menjalin silaturahim, berkenalan satu dengan yang lain dan dari obrolan tersebut muncul pengetahuan2 berguna untuk satu sama lainnya...misalnya dari pembicaraan kemarin yang aku dengar, salah satu penyembuh luka atau penghilang tumor jinak ya (ngupingnya kurang okeh) yang cukup cepat adalah dengan meminum kunyit putih...yang pengolahannya diblender atau diparut....bisa dicampur pula dengan sedikit maju...atau obrolan2 lain yang berguna dibandingkan masing-masing tenggelam menjadi individu2 yang gak peduli sekelilingnya dan sibuk main hape atau baca majalah-buku-koran...
3. nunggu di ruang tunggu dokter kurang nyaman tapi blessing in disguise juga karena topik obrolannya agak serem ya... menyangkut kanker ini, operasi itu, sakit ini, luka itu...dst, tapi dengan begitu jadi pengen berpola hidup sehat...betapa sehat yang sering take it for granted jadi berasa begitu mahal kalo sakit...padahal dengan pola hidup sehat, kita gak perlu jadi konsumtif...
4. Betapa sulitnya sang dokter, dia tetap harus memikirkan janji-janji yang dibuatnya dengan sang pasien yang juga membutuhkannya...walaupun kemarin tampak jelas oom yang suka bercanda itu jadi terlihat sering melamun memikirkan kondisi istrinya yang sedang terbaring di rumah sakit...
5. Oom-ku ini punya anak tunggal, jadinya dia ikut mengasuh anak asisten rumah tangganya (PRT), aku inget sekali, anak ini dulu waktu SD selalu diantar dengan mobil mercy sang dokter ke sekolahnya dst, dengan perlakuan yang sama...kemarin waktu ditanya kabar anak tersebut, oomku bilang dengan bangga kalau sekarang anak itu sudah kuliah di UI semester tiga...kalimat yang diutarakannya: "Masa orangtuanya pembantu, anaknya kita biarkan menjadi pembantu juga? kalau kita punya rejeki, mengapa tidak membantu ?"
Selamat membantu satu sama lain
selamat bergotong royong
selamat bergaul dengan manusia
selamat menjadi manusia
Saturday, October 04, 2008
Mana manusia, mana binatang ?
Aku lagi bingung
(like usual)
Karena sempat nonton acara MTV the ex-effect
Lalu jadi inget temptation island
Lalu nonton the moment of truth
Lalu denger banyak yang menikah ‘muda’
Lalu denger banyak yang disarankan untuk cepat menikah
Lalu mendengar alasan orang berpoligami
Asal muasal alasannya satu : SEX
Di acara yang ku tonton godaan dan pertanyaan tersulit adalah berhubungan dengan sex
Alasan-alasan untuk menikah juga gak jauh-jauh dari sex...
(daripada nanti kenapa-napa; daripada nanti begini-begitu; dst)
Seakan manusia tidak dibuilt untuk mengendalikan nafsunya
Tapi manusia dikendalikan oleh nafsu...
Eh....
Ternyata
Gak hanya seks
Manusia gak jauh-jauh dari
Nafsu lain-lainnya juga
(marah, kaya, kuasa, dst)
Dan gak ada yang mau mengendalikan diri...
Kata bang haji:
TER-LA-LU....
Thursday, September 25, 2008
KONSEP AKU
Salah satu yang ku syukuri (walaupun dulu sempat misuh-misuh) setelah masuk fakultas psikologi di UI adalah adanya materi yang punya judul konsep AKU. AKU itu singkatan dari ambisi, kenyataan dan usaha. Konsep tersebut dicetus oleh mas budi, menurutku, what a brilliant concept… intinya sih sebetulnya adalah bagaimana manusia bisa mengembangkan diri. Yah, emang inti dasarnya manusia gak jauh dari adanya ambisi, kenyataan dan usaha yang dilakukan sih… mulai dari ambisi pengen tidur siang sampai ambisi yang jadi cita-cita or obsesi bisa dijelaskan cukup sederhana dengan konsep ini. Dan memang jika lo punya/merasa punya masalah, biasanya gak jauh dari adanya ketidakseimbangan antara ambisi, kenyataan dan usaha…bisa jadi gambaran diri orang tersebut aKU, Aku, AKu, dst..entah ambisinya yang kegedean tanpa mempertimbangkan factor usaha dan kenyataan yang ada padanya mendukung or not…
Teknis pengajaran konsep AKU juga gak ‘pada umumnya’… atau kalau diinget-inget hampir semua materi yang diajarkan mas budi pasti teknisnya kayak ‘gambling’ gak biasa…termasuk materi statistik… he just trying to portrait reality I guess…jadi ujian dengan dia itu merupakan pilihan. Klo gak salah dia memberikan 2 kesempatan ujian (udah lama, jadi agak-agak lupa) di awal ujian itu dia akan mendata siapa yang mau mendaftar untuk ikut ujian kedua, dengan catatan, berapapun nilai ujian pertama lo, kalau ujian kedua lo C, maka yang akan masuk transkrip adalah C. maka kalau yakin udah belajar dan siap di ujian pertama, yah mendingan gak daftar ikut ujian kedua…(somewhat like that lah…lupa euy…intinya dia akan selalu challenge mahasiswanya untuk berani ambil resiko dan berani untuk yakin terhadap kemampuan dirnya…after all, life emang mirip ajang judi, kasarnya…hihihi)
Buatku, suatu materi akan menjadi bermakna kalau bisa kita terapkan, bukan kalau kita bisa dapat nilai yang bagus…(life is more than just a mark on piece of paper) dan aku mencoba menerapkan itu ke kehidupanku…jrengggg…..hihihi, kayak melawan gravitasi jadinya… mencoba untuk membuatnya lebih sederhana ke anak-anak SMA yang mau masuk kuliah tampaknya juga mental euy….(mungkin teknis penyampaianku yang masih belum nemu cara yang tepat) karena mereka jadinya hanya menangkap games-games yang kuberi instead of message that lies behind the games I present…hiks…
Mencoba untuk menerapkannya kepada gurunya, juga mentok ke persoalan: yah, yang kami tahu dari dulu ya begini…toh, pihak sekolah tetep menuntut nilai baik, lulus 100 %, gimana bisa menerapkan system berpikir begitu kepada anak?
Kalau diterapkan di masa kuliah, menurutku agak sedikit telat…karena mereka udah masuk ke jalur-jalur pilihan dan mereka mmutuskan masuk ke jalur-jalur pilihan itu tanpa bisa bertanggung jawab akan pilihan yang mereka buat…which for me, kayaknya sih tanggung jawab itu barang yang langka ya, nowadays…ga atas pilihan jurusan kuliah aja, termasuk pilihan mencari teman, pilihan untuk menghadapi godaan, pilihan-pilihan-pilihan yang akan makin banyak mereka lakukan….
Kita gak pernah diajarkan untuk memilih dengan sadar….
Padahal manusia diserahi tanggung jawab besar dengan adanya akal sehat
hiks
Hikikomori
“bu, tolonglah saya…saya sudah ke mana-mana, sudah banyak uang yang saya habiskan, saya tidak tahu lagi harus kemana…tolong…mengapa anak saya tidak mau keluar rumah?”
“tolong tante X ya, tante sudah berulang kali ke (tenaga professional) tetapi belum ada hasilnya…si A belum mau juga keluar dari kamarnya…”
Entah mengapa, dialog-dialog di atas bermunculan di kepalaku sewaktu sedang membaca artikel tentang hikikomori di sebuah majalah. Majalah itu aku baca saat berusaha menjadi cantik di sebuah salon…hehehe….
Hikikomori, menurut artikel tersebut, adalah suatu fenomena yang dideteksi menjangkiti remaja jepun, yang sebagian besar penderitanya remaja pria (around 13-15 tahun), dimana ia betul-betul ’shut down’ dalam kehidupan sosialnya. Dia memilih untuk berada di dalam kamarnya dan doing god’s know what there...(kalau ada internet, kabarnya, mereka juga masih ’bersosialisasi’ sih, entah dengan sesamanya (katanya ada komunitasnya) atau entah dengan mahluk jenis apa). Mereka kadang juga gak mau berhubungan dengan orang rumah atau keluarganya. Kalau belum terlalu parah, katanya mereka masih sesekali keluar rumah tapi pada waktu-waktu tertentu seperti malam-malam untuk ke supermarket mengambil barang pesanan mereka atau sejenis itu...pokoknya intinya, mereka menutup diri dari lingkungannya. Bagian terbesar hikimori adalah anak-anak dari keluarga menengah ke atas. Di duga salah satu penyebabnya adalah peran orangtua (di artikel itu ditulis: ibu) yang selalu melindungi anaknya, termasuk kebiasaan tinggal bersama anak sampai anak tersebut berusia dewasa, sehingga ketika anak menemui kesulitan atau kegagalan terus, anak memilih untuk ’lari’ dari dunia dan timbullah fenomena hikikomori ini.
Eniweiiii, artikel itu sendiri ditulis pada majalah lama (di salon, jarang banget majalah baru). Dialog-dialog di awal tulisan ini juga terjadi 2 tahun yang lalu (kurang lebih). Dialog-dialog itu diucapkan oleh para ibu yang kuatir dan sayang sekali dengan anak-anak mereka. Anak-anak laki-laki yang menjadi harapan keluarga, yang bersekolah di sekolah terbaik (dalam or luar negeri)...tapi saat itu, saat dialog itu akhirnya terjadi, anak-anak laki-laki mereka tidak lagi bersekolah, tidak lagi beraktivitas. Kegiatan mereka murni di rumah, tidak lagi mau bertemu dengan orang lain. Kalau diulik-ulik, cerita awal mula anak-anak ini menarik diri adalah karena mengalami kegagalan berturut, such as, gak lulus ujian, diputusin pacar, dan hal-hal yang umum lainnya namun berdampak luar biasa buat mereka (at least dalam pikiran mereka) sehingga mereka begitu...anak-anak laki-laki itu bukan lagi muda, rata-rata 20-25 tahun, guanteng, kuayaaa (at least, kecipratan dari orangtuanya), dan sejuta syarat yang terpenuhi untuk di-idolakan.
Kalau dilihat dari faktor keluarga, kemiripannya adalah tidak kompaknya ayah dan ibu, ayah yang terlalu sibuk dengan pekerjaan dan ibu yang terlalu terus menerus mengurus anak walaupun anaknya sudah dewasa (mungkin lupa tugas menjadi orangtua adalah apa...emang apa ya tugas jadi orangtua...next writing maybe...hihihi).
Hmmm....lalu kebayang beberapa kasus anak lain...dengan masalah beda tapi menurutku ada di satu jalur...menuju ke arah isolasi diri, misalnya: betapa banyak anak-anak yang mogok sekolah dan difasilitasi orangtuanya untuk berada di rumah; betapa banyak anak yang tidak mengenal tetangganya; betapa banyak anak yang tidak tahu apa-apa...ironis karena mereka dijejali begitu banyak pengetahuan di sekolahnya (sekolah sampai sore, isinya apa kalau gak dibekali pengetahuan bukan ? hehehe)
Tiba-tiba setelah membaca artikel itu, mengingat kembali kasus-kasus itu....jadi sediiiihhhh
(hiks..hiks)
Thursday, September 04, 2008
thank you
Terimakasih karena mau berjalan berdampingan denganku
terimakasih karena mau menjadi orang yang lebih baik bersama-sama
terimakasih karena mensyukuri kecukupan yang diberikan tuhan pada kita masing-masing
terimakasih karena mau memberikan realitas
terimakasih karena sama-sama mau berbahagia
*mmmuuuuaaaaccchhhhhh*
Monday, September 01, 2008
belenggu
katanya pas bulan ramadhan, syaiton di belenggu
tapi kok aku merasa yang jadi tampak terbelenggu adalah manusia ya (atau it just me, hehehe)
yang biasanya merasa 'bebas' melakukan segala sesuatu jadi tampak betul-betul membelenggu dirinya...
tujuan manusia untuk membelenggu dirinya (mudah-mudahan) bukan sekedar untuk menghormati ramadhan saja karena dengan berlalunya bulan ramadhan maka everything pun will turn out to be just the way things are before...
gak lagi tampak efek pendidikan di bulan ini
gak lebih seperti penjara, bulan ramadhan terasa,
dan manusia tak lebih sebagai residivis
apakah sudah sedemikian 'menyetannya' manusia ?
(eh, itu aku aja kali...)
tapi kok aku merasa yang jadi tampak terbelenggu adalah manusia ya (atau it just me, hehehe)
yang biasanya merasa 'bebas' melakukan segala sesuatu jadi tampak betul-betul membelenggu dirinya...
tujuan manusia untuk membelenggu dirinya (mudah-mudahan) bukan sekedar untuk menghormati ramadhan saja karena dengan berlalunya bulan ramadhan maka everything pun will turn out to be just the way things are before...
gak lagi tampak efek pendidikan di bulan ini
gak lebih seperti penjara, bulan ramadhan terasa,
dan manusia tak lebih sebagai residivis
apakah sudah sedemikian 'menyetannya' manusia ?
(eh, itu aku aja kali...)
Wednesday, August 20, 2008
reaksi berantai
kemarin aku sedang menunggu bis
saat menunggu itu, aku melihat sekelilingku
ternyata pandangan mataku membawaku melihat ke arah seorang wanita
yang sedang membayar ongkos angkot setelah turun
lalu pandangan mataku membawa ke arah uang 1000-an yang ada di dekat ibu tersebut
karena uang itu tadinya tidak ada dan sekarang ada
maka aku merasa uang itu milik sang wanita (yang ku tuduh adalah ibu, hehehe) yang terjatuh
aku berpikir (kelamaan) perlu tidaknya aku memberitahukan ibu tersebut bahwa uangnya terjatuh
satu bagian diriku bilang, tidak usah, belum tentu itu uang sang ibu, bisa saja itu ada di situ dan jadi bergerak karena terinjak oleh ibu tersebut dan kamu akan mempermalukan dirimu sendiri karena so menjadi pahlawan...dah berapa sering kamu melakukan itu (lalu pikiranku melayang pada saat aku hendak memberitahukan seorang pemuda yang botol minumnya menggelinding ke arahku pas di bis, yang ternyata kata pemuda tersebut, botol itu sengaja dibuang dan aku membayangkan malunya aku and a bunch of other stuffs)
satu bagian diriku bilang bahwa beritahukan saja, siapa tahu ia kesulitan uang dan membutuhkan uang tersebut dan bisa bayangkan betapa kecewanya ia ketika sampai di rumah dan uang tersebut tidak ada. Belum lagi kamu akan membuatnya berdosa dengan misalnya menuduh sang supir kurang mengembalikan uang kembaliannya...(aku jadi ingat salah satu ucapan ruben onsu waktu di wawancara di tv soal ia berantem sama supir angkot gara-gara kembaliannya kurang sekian perak dan menurutnya itu berharga banget)...
tapi karena kelamaan mikir akhirnya ibu tersebut terlanjur sudah menyebrang dan uang itu seperti menyalahkanku tidak bergerak ditiup angin dan berada tepat ditempatnya membuatku yang, walaupun sudah memalingkan wajah tetap melirik ke arah uang yang tak bergerak itu...
duuuhhh....gimana ini....pikirku waktu itu...
sementara bisku tidak juga datang...
lalu datanglah tukang parkir yang sedang memarkirkan mobil yang melihat uang tersebut lalu memungutnya dan pikiranku menyalahkanku! hmm...bagus, sekarang kamu ikut andil dalam memberikan orang perbuatan salah (kalau gak ngomongin dosa...hehehe)
tapi makin terpikirkan, rasanya makin mumet tentang reaksi berantai ini...
mungkin ini yang membuat orang menghindar untuk berpikir panjang
memikirkan rantai akibat dari satu perbuatan yang tampak kecil
hiks-hiks
(masih merasa bersalaaaaahhhh)
saat menunggu itu, aku melihat sekelilingku
ternyata pandangan mataku membawaku melihat ke arah seorang wanita
yang sedang membayar ongkos angkot setelah turun
lalu pandangan mataku membawa ke arah uang 1000-an yang ada di dekat ibu tersebut
karena uang itu tadinya tidak ada dan sekarang ada
maka aku merasa uang itu milik sang wanita (yang ku tuduh adalah ibu, hehehe) yang terjatuh
aku berpikir (kelamaan) perlu tidaknya aku memberitahukan ibu tersebut bahwa uangnya terjatuh
satu bagian diriku bilang, tidak usah, belum tentu itu uang sang ibu, bisa saja itu ada di situ dan jadi bergerak karena terinjak oleh ibu tersebut dan kamu akan mempermalukan dirimu sendiri karena so menjadi pahlawan...dah berapa sering kamu melakukan itu (lalu pikiranku melayang pada saat aku hendak memberitahukan seorang pemuda yang botol minumnya menggelinding ke arahku pas di bis, yang ternyata kata pemuda tersebut, botol itu sengaja dibuang dan aku membayangkan malunya aku and a bunch of other stuffs)
satu bagian diriku bilang bahwa beritahukan saja, siapa tahu ia kesulitan uang dan membutuhkan uang tersebut dan bisa bayangkan betapa kecewanya ia ketika sampai di rumah dan uang tersebut tidak ada. Belum lagi kamu akan membuatnya berdosa dengan misalnya menuduh sang supir kurang mengembalikan uang kembaliannya...(aku jadi ingat salah satu ucapan ruben onsu waktu di wawancara di tv soal ia berantem sama supir angkot gara-gara kembaliannya kurang sekian perak dan menurutnya itu berharga banget)...
tapi karena kelamaan mikir akhirnya ibu tersebut terlanjur sudah menyebrang dan uang itu seperti menyalahkanku tidak bergerak ditiup angin dan berada tepat ditempatnya membuatku yang, walaupun sudah memalingkan wajah tetap melirik ke arah uang yang tak bergerak itu...
duuuhhh....gimana ini....pikirku waktu itu...
sementara bisku tidak juga datang...
lalu datanglah tukang parkir yang sedang memarkirkan mobil yang melihat uang tersebut lalu memungutnya dan pikiranku menyalahkanku! hmm...bagus, sekarang kamu ikut andil dalam memberikan orang perbuatan salah (kalau gak ngomongin dosa...hehehe)
tapi makin terpikirkan, rasanya makin mumet tentang reaksi berantai ini...
mungkin ini yang membuat orang menghindar untuk berpikir panjang
memikirkan rantai akibat dari satu perbuatan yang tampak kecil
hiks-hiks
(masih merasa bersalaaaaahhhh)
Wednesday, July 16, 2008
Thursday, July 10, 2008
hope
saat dunia tak tentu arah
dan aku menjadi buta tak tentu arah
jika kamu tetap mendukungku
maka langit akan dipenuhi cahaya
itulah yang dinamakan "harapan"
Daigo : "20 tahun kemudian...kita akan menjadi seperti apa ya ?"
Ann : "Kenapa? Jadi nggak tenang ?"
Daigo : "Bukan. Hanya...Hari akan terus berjalan kan ? Yang menghubungkan aku yang sekarang dan aku di masa depan ...adalah "ingatan" kan...? Aku hanya merasa, hati kita akan mengingat sejauh mana, ya ?"
Ann: "20 tahun kemudian, berarti umur 50 tahun ya?"
Daigo: "UGH, 50 TAHUN ya ?"
Ann: "Aku...akan terus melatih otakku agar ingatanku tetap kuat. Baik kenangan buruk yang menyesakkan dada yang rasanya ingin kulupakan, maupun kenangan indah yang tidak ingin kulupakan. Aku akan menjaga baik-baik semua kenangan itu. Sebelum muncul kenangan-kenangan yang baru lagi, aku akan berulang kali mengingatnya. Dengan begitu, aku akan bisa instrospeksi diri. Aku akan berusaha untuk itu."
Itu berarti...
sudah siap untuk percaya pada masa depan
(Sunadokei vol.10 by Ashihara hinako, alih bahasa Tri murtiyani, PT Elex Media Komputindo)
Tuesday, July 01, 2008
bersama
tadi siang baru nonton siaran berita di televisi tentang pengobatan alternatif
dari dulu kepikiran aja di benakku, mengapa ya ilmu kedokteran gak bisa bersinergi dengan ilmu pengobatan alternatif?
kalau dibilang dasar pemikirannya beda, tapi dari data 'keberhasilan' berkurang atau sembuhnya penyakit (yang pastinya menjadi salah satu sebab mengapa 'bisnis' pengobatan alternatif berkembang terus sampai sekarang) harusnya bisa diteliti ingredients yang membuatnya tetap 'dipercaya' orang.... bukan masalah keyakinan orang terhadap hal-hal diluar kekuasaan manusia yang perlu diteliti, tapi menurutku yang lebih perlu: misalnya minyak tanah panas yang bisa 'menyembuhkan' stroke; pastinya ada faktor2 dalam minyak tanah panas tersebut yang akhirnya bisa membuat si pasien jadi merasa 'tersembuhkan'...
menurutku dengan dilakukan penelitian, akan hadir penemuan yang mungkin nantinya bisa dihasilkan dari penelitian tersebut, dunia kedokteran pun bisa jauh lebih 'membumi', bisa betulan menolong sesama...karena pastinya pengobatan alternatif memakai bahan baku yang lebih murah dan lebih mudah didapatkan dibandingkan alat-alat dan obat-obat kimia dunia medis yang tersedia saat ini; yang tentunya cakupan golongan ekonomi masyarakat yang bisa mengaksesnya pun jadi makin luas...
Monday, June 30, 2008
bunga dalam rumah kaca
"Tapi kusakabe...
kami semua bukanlah bunga yang kau rawat dalam rumah kaca!
Kita semua mungkin akan dipenuhi keraguan dan ketakutan saat akan memasuki sebuah dunia yang baru, yang terbentang di depan mata kita...
Tapi, walaupun demikian...
walaupun kita tidak bisa melindungi sesuatu, atau menciptakan suatu tempat yang aman
bukan berarti kita ini lemah...
walaupun kita menapakinya dengan sedikit keberanian pun
saat itu pasti...
kita dapat pergi menapaki...
ke dunia yang belum pernah kita lihat sebelumnya..."
(Motohiro Katou, Rocket Man 1, alih bahasa: Inda Octavianty, PT Elex Media Komputindo)
Sunday, June 15, 2008
cengeng
aku suka bingung dengan lirik-lirik lagu band2 indo sekarang
gak sengaja dengerin lagu-lagu indo pagi ini di televisi
isinya : semua minta dimaklumi
semuanya minta...menuntut...meratap
seakan kita bukan ikutan menciptakan situasi 'penuh penderitaan' itu
dan there's nothing we can do to deal with that situation
we only can let him/her do something about the situation
rasanya jadi sedih...
gak bersemangat banget lagu-lagu kayak gitu
dan kalau hampir semua lagu kayak gitu
yang juga menandakan selera pasar
kasihan banget pemuda-pemuda yang seharusnya bersemangat dan produktif ini...
memilih untuk 'cengeng' ?
seimbang
Beberapa waktu lalu aku sempat nonton berita yang lagi rame soal pilka...
entah pemilihan kepala apa atau apa...
tapi salah satu issue yang favorit adalah menggratiskan sekolah...
hehehe...
disisi lain, yang juga jadi favorit keributan adalah soal standar uan...
dua-duanya ngomongin soal pendidikan
tapi gak bisa disinkronkan ngobrolinnya...
buatku percuma sekolah gratis kalau ternyata di dalamnya gak lebih dari belajar sosialisasi
dan jadi kreatif untuk hal-hal yang un-moral or de-moral, ya...??? hmm...
soal standar uan juga, gak pernah ada evaluasi soal seberapa efektifnya tujuan yang ingin dicapai lewat proses uan itu...
yang lebih sering diributkan adalah persentase kelulusan dan betapa itu menggambarkan 'mutu' pendidikan yang ada...
lupakah apa yang dimaksud dengan pendidikan dan sekolah ?
hiks...
entah pemilihan kepala apa atau apa...
tapi salah satu issue yang favorit adalah menggratiskan sekolah...
hehehe...
disisi lain, yang juga jadi favorit keributan adalah soal standar uan...
dua-duanya ngomongin soal pendidikan
tapi gak bisa disinkronkan ngobrolinnya...
buatku percuma sekolah gratis kalau ternyata di dalamnya gak lebih dari belajar sosialisasi
dan jadi kreatif untuk hal-hal yang un-moral or de-moral, ya...??? hmm...
soal standar uan juga, gak pernah ada evaluasi soal seberapa efektifnya tujuan yang ingin dicapai lewat proses uan itu...
yang lebih sering diributkan adalah persentase kelulusan dan betapa itu menggambarkan 'mutu' pendidikan yang ada...
lupakah apa yang dimaksud dengan pendidikan dan sekolah ?
hiks...
Tuesday, June 10, 2008
OST Wedding singer
[Robbie Hart (Singing):]
I wanna make you smile whenever you're sad
Carry you around when your arthritis is bad
All I wanna do is grow old with you
I'll get your medicine when your tummy aches
Build you a fire if the furnace breaks
Oh it could be so nice, growing old with you
I'll miss you
Kiss you
Give you my coat when you are cold
Need you
Feed you
Even let ya hold the remote control
So let me do the dishes in our kitchen sink
Put you to bed if you've had too much to drink
I could be the man who grows old with you
I wanna grow old with you
I wanna make you smile whenever you're sad
Carry you around when your arthritis is bad
All I wanna do is grow old with you
I'll get your medicine when your tummy aches
Build you a fire if the furnace breaks
Oh it could be so nice, growing old with you
I'll miss you
Kiss you
Give you my coat when you are cold
Need you
Feed you
Even let ya hold the remote control
So let me do the dishes in our kitchen sink
Put you to bed if you've had too much to drink
I could be the man who grows old with you
I wanna grow old with you
Wednesday, May 28, 2008
learning from pre-scholers

Dari pengalaman berhubungan dengan anak-anak selama ini, yang sudah ku pelajari adalah :
1. The way boys pee is different than girls, so dont guide them in the wrong direction...hehehe
2. Anak-anak usia 2-4 tahun masih belum berkembang cara chewing-nya...jadi kalau mau membekali mereka makanan, jangan lupa untuk potong kecil-kecil makanannya
3. peraturan no.2 berlaku pula dengan memberikan mereka kuah dalam setiap makanannya dan kalau memberikan sop, potongan wortel-nya jangan kebesaran dan pastikan gak keras demikian juga saat memberikan ayam, suwir-suwirnya jangan kepanjangan, kasihan mereka ngunyahnya karena kalau nggak akhirnya mereka gak makan makanan-makanan tersebut
4. Demikian pula kalau mau ngadain acara ulang tahun. jangan lupa membeli cake yang gak terlalu banyak layernya serta dalam potongan yang kecil...kalau tidak yang repot gurunya (kalau diadain di sekolah) untuk nyuapin si anak....Plus kalau mau bawa mie goreng...hehehe, jangan lupa untuk memotong-motong makanan tersebut, jangan panjang-panjang, karena alasan yang sama dengan no 3.
5. Porsi makan mereka juga gak sama dengan orang dewasa, karena biasanya sekolah hendak mengajarkan disiplin, salah satunya lewat menghabiskan makanan mereka dan mereka juga diajarkan kemandirian, dengan harus nyuap sendiri, maka pastikan porsinya kecil sambil siapkan wadah lain kalau ternyata ada yang mau nambah.
6. perhatikan komposisi makanan, karena biasanya anak-anak usia pra-sekolah masih diberikan susu, jangan sampai acara diadakan segera setelah anak-anak ini jam minum susu...kecuali disiapkan pula plastik kresek untuk nampung (maaf) muntahan mereka....hehehe
7. Perhatikan pula alat makan mereka, jangan yang mudah patah, jangan yang kebesaran dan jangan yang gak bisa mereka pegang sendiri...
8. Anak-anak ini perlu dilatih hal-hal sederhana, jadi jangan anggap mereka bisa secara instant (at least, gak semua bisa begitu)...misalnya, ada anak yang gak bisa menyedot minumannya, jadi ajarkan mereka untuk menyedotnya...jangan dimarahin...ada anak yang mengemut makanannya, jangan lupa diajarkan mengunyah, jangan dimarahin...
9. Sebelum anak dipaksa belajar menulis, jangan lupa liat dia bisa gak pegang pensilnya, bisa duduk dengan baik tidak dan semua ketrampilan yang diperlukan sebelum bisa mulai diajarkan menulis...kalau belum, ya, hal-hal tersebutlah yang dibenahi dulu.
10. Anak-anak ini pengamat yang baik, jadi hati-hati dalam memberikan kata dan contoh perbuatan, karena pastiiiiii ditiru...
11. Perkembangan pada masa ini lebih banyak di fisik, jadi batasi banget kegiatan pencil paper dan duduk di meja....mendingan nyanyi-nyanyi sambil latihan gerak dan kegaitan lain yang bisa membuat mereka siap untuk pencil-paper.....
12. mereka punya kecenderungan cerewet semua...jadi pastikan kita bisa jaga rahasia untuk hal-hal dalam rumah mereka yang mereka ceritakan pada kita...
13. mereka tulus mencintai kita tanpa beda...mau pake jilbab or not....mau cewe or cowo...tunjukkan hal yang sama, maka dunia will be better...hehehe...(kecuali diracuni dengan ditakut-takuti oleh orang-orang dewasa di sekitarnya...)
14.Jangan biasa bilang "jangan" or "Tidak" or mengancam, biarkan dia bereksplorasi lalu awasi, kalau bahaya, baru dekati...
15. karena mereka lagi belajar ngomong juga, jadi kalau mau mengajarkan sesuatu hal, lebih baik pada hal-hal praktis yang mereka akan temui sehari-hari, termasuk pengetahuan umumnya...misalnya daripada ngajarin keajaiban dunia mendingan ngajarin di sekitar rumahnya ada apa, alamat dia dimana, nama ayah-ibunya siapa, nama pak rt-nya siapa...misalnya....supaya aware lingkungan dan gak tumbuh jadi individualis...
lagi jatuh cinta bangetttt dari dulu...
sama anak-anak lucu ini...
Subscribe to:
Posts (Atom)
